<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Penerbit Javanica </title>
	<atom:link href="https://javanica.co.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://javanica.co.id/</link>
	<description>Penerbit Javanica </description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 Mar 2025 11:32:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>&#8220;Letting Go: Kekuatan Tersembunyi Sikap Pasrah&#8221; – Buku Monumental yang Mengubah Hidup​</title>
		<link>https://javanica.co.id/letting-go-buku-monumental-yang-mengubah-hidup/</link>
					<comments>https://javanica.co.id/letting-go-buku-monumental-yang-mengubah-hidup/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Javanica]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2025 11:12:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://javanica.co.id/?p=1808</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a href="https://javanica.co.id/letting-go-buku-monumental-yang-mengubah-hidup/">&#8220;Letting Go: Kekuatan Tersembunyi Sikap Pasrah&#8221; – Buku Monumental yang Mengubah Hidup​</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="1808" class="elementor elementor-1808">
						<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-212b487a elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="212b487a" data-element_type="section" data-e-type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-7f040c14" data-id="7f040c14" data-element_type="column" data-e-type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-55bc7001 elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="55bc7001" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
																	</div>
				</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-8d75a1d elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="8d75a1d" data-element_type="section" data-e-type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-44effe6" data-id="44effe6" data-element_type="column" data-e-type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-94c7e8f elementor-widget elementor-widget-heading" data-id="94c7e8f" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="heading.default">
				<div class="elementor-widget-container">
					<h1 class="elementor-heading-title elementor-size-default">"Letting Go: Kekuatan Tersembunyi Sikap Pasrah" – Buku Monumental yang Mengubah Hidup</h1>				</div>
				</div>
				<div class="elementor-element elementor-element-9e82a6e elementor-widget elementor-widget-image" data-id="9e82a6e" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
															<img fetchpriority="high" fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2025/03/cetakan-ke-7-1024x683.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-1806" alt="buku letting go cetakan ke 7" srcset="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2025/03/cetakan-ke-7-1024x683.jpg 1024w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2025/03/cetakan-ke-7-980x653.jpg 980w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2025/03/cetakan-ke-7-480x320.jpg 480w" sizes="(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1024px, 100vw" />															</div>
				</div>
				<div class="elementor-element elementor-element-bec886d elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="bec886d" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<p>Buku &#8220;Letting Go: Kekuatan Tersembunyi Sikap Pasrah&#8221; karya Dr. David R. Hawkins telah menjadi fenomena global dan kini telah cetak ulang sebanyak tujuh kali. Sebagai sebuah buku bestseller, &#8220;Letting Go&#8221; tidak hanya menawarkan panduan praktis untuk melepaskan beban emosi yang menghambat kebahagiaan, tetapi juga mengajarkan mekanisme mendasar yang menjadi inti dari ajaran spiritual di seluruh dunia.</p>
<p><strong>Perjalanan Dr. David R. Hawkins: Dari Penyakit Kronis Menuju Kesembuhan Total</strong></p>
<p>Dr. Hawkins adalah seorang ilmuwan sekaligus mistikus modern yang mengalami perjalanan transformasi luar biasa. Setelah menderita berbagai penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan melalui metode medis konvensional, ia mengambil langkah radikal: memasrahkan sepenuhnya segala rasa sakit dan penderitaannya. Secara ajaib, satu per satu penyakit yang dideritanya mulai sirna.</p>
<p>Dr. Hawkins menemukan bahwa sebagian besar penyakit fisik dan mental berakar pada emosi-emosi negatif yang terpendam di alam bawah sadar. Ketika emosi-emosi tersebut dilepaskan melalui sikap pasrah, tubuh dan pikiran mengalami penyembuhan alami. Buku ini menjelaskan dengan detail bagaimana mekanisme pasrah bekerja secara psikoanalitis untuk menyirnakan blok-blok batin yang menghalangi kita dari cinta, kebahagiaan, dan kedamaian sejati.</p>
<p><strong>Esensi Ajaran Spiritual yang Terlupakan</strong></p>
<p>Sikap pasrah sebenarnya adalah inti dari semua ajaran spiritual besar di dunia. Namun, banyak orang gagal menerapkannya karena tidak memahami mekanisme yang benar untuk melepaskan ego dan membuka diri pada kesadaran yang lebih tinggi. Melalui pendekatan yang ilmiah dan mendalam, Dr. Hawkins mengungkapkan cara sederhana namun sangat efektif untuk melepaskan diri dari penderitaan batin dan menemukan ketenangan sejati.</p>
<p>Apa yang Membuat &#8220;Letting Go&#8221; Begitu Istimewa?</p>
<ul>
<li>Pendekatan Ilmiah dan Spiritual: Dr. Hawkins menggabungkan ilmu psikoanalisis modern dengan wawasan mistik yang mendalam. Ini memungkinkan pembaca untuk memahami bagaimana emosi negatif berperan dalam membentuk realitas kita.</li>
<li>Mekanisme yang Mudah Dipraktikkan: Proses &#8220;letting go&#8221; atau &#8220;melepaskan&#8221; dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun. Anda hanya perlu membiarkan emosi negatif muncul tanpa melawan atau menekannya.</li>
<li>Efek yang Langsung Terasa: Banyak pembaca melaporkan perasaan lega, damai, dan kebahagiaan yang muncul seketika setelah mempraktikkan metode ini.</li>
<li>Cocok untuk Semua Orang: Baik mereka yang sedang menjalani perjalanan spiritual, terapi pemulihan batin, atau sekadar ingin mengatasi stres sehari-hari, &#8220;Letting Go&#8221; menawarkan solusi yang universal.</li>
</ul>
<p>Testimoni dari Pembaca Indonesia</p>
<p>Buku ini telah mendapat banyak pujian dari para praktisi spiritual dan pemulihan batin di Indonesia:</p>
<p>“Letting Go adalah mekanisme paling sederhana namun tak ada yang melampaui. Kuncinya: kesediaan untuk mentransendensikan ego ke Diri Sejati.”<br />— Aswar, pengasuh David R. Hawkins Study Group Indonesia</p>
<p>“Letting Go adalah salah satu buku terbaik yang akan memandu Anda melepaskan diri menuju keajaiban-keajaiban tak terduga.”<br />— Arif Rh, trainer pemberdayaan diri dan penulis Kitab Ilmu Vibrasi</p>
<p>“Akan asyik dibaca oleh yang benar-benar serius memulihkan luka batin. Sebuah bacaan yang sangat penting tentang mekanisme ikhlas dan pasrah.”<br />— Adjie Santosoputro, praktisi pemulihan batin dan mindfulness</p>
<p> </p>
<p><strong>Mengapa Anda Perlu Membaca Buku Ini?</strong></p>
<p>Jika Anda telah mencoba berbagai program pengembangan diri dan jalan spiritual namun masih merasa terjebak dalam penderitaan emosional, &#8220;Letting Go&#8221; adalah jawaban yang Anda cari. Buku ini akan membawa Anda menyelam ke dalam diri, membebaskan beban emosi yang tersembunyi, dan membuka pintu menuju kebahagiaan sejati yang merupakan hakikat jiwa manusia.</p>
<p>Detail Buku</p>
<ul>
<li>Judul: Letting Go: Kekuatan Tersembunyi Sikap Pasrah</li>
<li>Penulis: Dr. David R. Hawkins</li>
<li>Jumlah Halaman: 424 halaman</li>
<li>Ukuran: 13,5 x 20 cm</li>
<li>ISBN: 978-602-6799-54-8</li>
<li>Penerbit: Javanica</li>
</ul>
<p> </p>
<p>Jawaban atas masalah yang kita hadapi sebenarnya ada di dalam diri kita sendiri. Saat kita melepaskan beban emosi dan hambatan batin, jati diri sejati kita akan bersinar, membuka jalan menuju kedamaian. Para guru spiritual juga mengajarkan bahwa kedamaian batin adalah satu-satunya solusi yang benar untuk mengatasi masalah pribadi maupun konflik bersama.</p>
<p><em>Letting Go</em> adalah buku yang membahas cara paling efektif untuk melepaskan hambatan batin yang menghalangi kita meraih pencerahan. Buku ini menjelaskan bagaimana emosi negatif yang terpendam dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental. Dengan sikap pasrah, kita dapat membebaskan diri dari beban emosi yang menghambat pertumbuhan spiritual. Metode yang diajarkan dalam buku ini sederhana, namun mampu membawa perubahan mendalam dalam hidup. Melalui pendekatan psikoanalisis, <em>Letting Go</em> membantu kita menemukan kedamaian dan kebahagiaan sejati.</p>
<p>Dengan cetak ulang sebanyak tujuh kali, &#8220;Letting Go&#8221; telah membuktikan kekuatannya dalam mengubah hidup banyak orang. Buku ini bukan sekadar teori, melainkan panduan praktis yang telah membantu ribuan orang membebaskan diri dari penderitaan batin, menemukan kedamaian, dan hidup dengan penuh cinta serta kebahagiaan.</p>
<p>Terima kasih kepada para pembaca setia, karena berkat dukungan Anda, <em>Letting Go</em> telah berhasil cetak ulang hingga tujuh kali. Kami berharap buku ini terus menginspirasi lebih banyak orang untuk menemukan kedamaian batin dan kebahagiaan sejati. Bagi yang belum membaca, kami yakin <em>Letting Go</em> dapat menjadi panduan berharga dalam perjalanan spiritual Anda. Dengan dukungan dan antusiasme yang terus mengalir, kami optimis buku ini akan terus menjadi bestseller dan membawa manfaat bagi banyak orang.</p>
<p>Jika Anda siap untuk melepaskan ego, menyembuhkan luka batin, dan merasakan kedamaian sejati, &#8220;Letting Go&#8221; adalah buku yang wajib Anda baca.</p>
<p> </p>
<p><strong>Dapatkan Buku &#8220;Letting Go: Kekuatan Tersembunyi Sikap Pasrah&#8221; Sekarang Juga!</strong></p>
<p>📚 Klik di sini untuk membeli: <strong><a href="https://bit.ly/orderbuku-Javanica">Beli Sekarang</a> </strong>di Javanica, atau kunjungi toko buku Gramedia di lokasi terdekat dengan Anda!</p>								</div>
				</div>
				<div class="elementor-element elementor-element-d98451e elementor-widget elementor-widget-image" data-id="d98451e" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
															<img decoding="async" width="768" height="1145" src="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2020/06/received_647263435876028-768x1145.jpeg" class="attachment-medium_large size-medium_large wp-image-1210" alt="letting go" srcset="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2020/06/received_647263435876028-768x1145.jpeg 768w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2020/06/received_647263435876028-201x300.jpeg 201w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2020/06/received_647263435876028-687x1024.jpeg 687w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2020/06/received_647263435876028-1031x1536.jpeg 1031w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2020/06/received_647263435876028-1374x2048.jpeg 1374w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2020/06/received_647263435876028-1080x1610.jpeg 1080w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2020/06/received_647263435876028-1280x1907.jpeg 1280w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2020/06/received_647263435876028-980x1460.jpeg 980w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2020/06/received_647263435876028-480x715.jpeg 480w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2020/06/received_647263435876028-300x447.jpeg 300w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2020/06/received_647263435876028-600x894.jpeg 600w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2020/06/received_647263435876028-scaled.jpeg 1718w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" />															</div>
				</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				</div>
		<p>The post <a href="https://javanica.co.id/letting-go-buku-monumental-yang-mengubah-hidup/">&#8220;Letting Go: Kekuatan Tersembunyi Sikap Pasrah&#8221; – Buku Monumental yang Mengubah Hidup​</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://javanica.co.id/letting-go-buku-monumental-yang-mengubah-hidup/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Versi Keruntuhan Majapahit Menurut PARARATON</title>
		<link>https://javanica.co.id/tiga-versi-keruntuhan-majapahit-menurut-pararaton/</link>
					<comments>https://javanica.co.id/tiga-versi-keruntuhan-majapahit-menurut-pararaton/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Javanica]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Feb 2024 08:38:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://javanica.co.id/?p=1620</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika buku PARARATON: BIOGRAFI PARA RAJA SINGHASĀRI-MAJAPAHIT terbit pada Juli 2023 kemarin, ada netizen yang komentar, &#8220;Aku tidak sudi membaca buku yang menceritakan hoaks Majapahit runtuh diserang Raden Patah.&#8221; Ini perlu diluruskan. Pararaton sama sekali tidak menyebut Raden Patah. Bahkan Dĕmak juga tidak disinggung sama sekali. Pada bagian akhir hanya disebutkan bahwa pada Śaka 1400 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/tiga-versi-keruntuhan-majapahit-menurut-pararaton/">Tiga Versi Keruntuhan Majapahit Menurut PARARATON</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p>Ketika buku <a href="https://javanica.co.id/buku/pararaton/">PARARATON: BIOGRAFI PARA RAJA SINGHASĀRI-MAJAPAHIT</a> terbit pada Juli 2023 kemarin, ada netizen yang komentar, &#8220;Aku tidak sudi membaca buku yang menceritakan hoaks Majapahit runtuh diserang Raden Patah.&#8221;</p>



<p></p>



<p>Ini perlu diluruskan. Pararaton sama sekali tidak menyebut Raden Patah. Bahkan Dĕmak juga tidak disinggung sama sekali. Pada bagian akhir hanya disebutkan bahwa pada Śaka 1400 (1478 Masehi) ada raja Majapahit yang meninggal di istana. Tidak dijelaskan ia meninggal karena apa.</p>



<p>Kisah Majapahit runtuh diserang Raden Patah adipati Dĕmak sumbernya bukan dari Pararaton, melainkan dari naskah-naskah babad semacam Babad Tanah Jawi dan Sĕrat Kaṇḍa. Dikisahkan di naskah itu bahwa Majapahit runtuh karena rajanya yang terakhir bernama Prabu Brawijaya menolak masuk Islam sehingga diserang Raden Patah, putranya sendiri. Kisah ini boleh kita sebut dengan VERSI TRADISIONAL. Perlu diketahui bahwa versi ini ditulis oleh pujangga Dinasti Mataram sekitar dua atau tiga abad sesudah Majapahit runtuh. Itu artinya, tingkat kevalidannya sangat rendah. Buktinya apa? Majapahit versi ini didirikan oleh Raden Susuruh, seorang pelarian dari Pajajaran; padahal menurut temuan purbakala, pendiri Majapahit bernama Dyah Wijaya, pangeran Tumapĕl. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kisah sejarah Majapahit versi tradisional lebih seperti dongeng yang tidak didasarkan pada fakta historis.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2024/02/1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1623" srcset="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2024/02/1-1024x683.jpg 1024w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2024/02/1-980x653.jpg 980w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2024/02/1-480x320.jpg 480w" sizes="(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1024px, 100vw" /></figure>



<p>Alternatif lain dari versi di atas ialah rekonstruksi yang dilakukan oleh arkeolog Pak Hasan Djafar. Pada 1975 ia membuat rekonstruksi berdasarkan analisis terhadap Pararaton dan sejumlah sumber sejarah lainnya. Menurutnya, Majapahit runtuh bukan diserang Raden Patah, melainkan oleh Girīndrawardhana Raṇawijaya. Rekonstruksi yang diajukan ialah: Pada 1468 raja Majapahit bernama Suraprabhāwa terusir ke Daha karena dikudeta oleh Bhre Kṛtabhūmi, putra raja terdahulu (Rājasawardhana Sināgara). Suraprabhāwa ganti bertakhta di Daha hingga meninggal pada 1474 dan digantikan putranya yang bernama Girīndrawardhana Raṇawijaya. Pada 1478 Girīndrawardhana Raṇawijaya balas menyerang Majapahit dan menewaskan Bhre Kṛtabhūmi. Nah, Bhre Kṛtabhūmi ditafsirkan sama dengan Prabu Brawijaya dalam cerita tradisional yang memiliki anak Raden Patah. Pada 1519 putra Raden Patah atau cucu Bhre Kṛtabhūmi yang bernama Pati Unus raja Dĕmak balas mengalahkan Girīndrawardhana Raṇawijaya.</p>



<p>Cerita di atas sangat populer dan banyak dipakai sebagai tandingan versi tradisional. Namun demikian, perlu diingat bahwa cerita di atas hanyalah REKONSTRUKSI dari Pak Hasan Djafar. Tidak ada satu pun prasasti atau lontar kuno yang menyebut Suraprabhāwa punya anak bernama Girīndrawardhana Raṇawijaya.</p>



<p>Lalu bagaimana dengan sumber prasasti? Dalam Prasasti Pĕṭak disebutkan bahwa pada 1486 Girīndrawardhana Raṇawijaya mengukuhkan anugerah dari raja sebelumnya, yaitu Bhaṭāra Prabhu Sang Mokta ring Amṛtawiśeṣalaya dan Sang Mokteng Mahālayabhawana untuk tokoh bernama Brahmārāja Ganggādhara yang berjasa mengusahakan kemenangan Sang Munggwing Jinggan saat berperang melawan Majapahit.</p>



<p>Nah, dari prasasti dapat diketahui bahwa Girīndrawardhana Raṇawijaya HANYA mengukuhkan anugerah dari raja sebelumnya, sedangkan yang menyerang Majapahit bukan dia, melainkan Sang Munggwing Jinggan. Siapakah sebenarnya tokoh yang berjuluk Sang Munggwing Jinggan itu? Terlalu panjang jika saya bahas di sini. Yang jelas, berbagai tafsir para pakar sejarah Jawa Kuno mengenai nasib Majapahit akhir telah saya susun secara detail dalam buku saya yang diterbitkan Javanica.<br><br>.<br><strong>Heri Purwanto</strong></p>



<p></p>


<p>The post <a href="https://javanica.co.id/tiga-versi-keruntuhan-majapahit-menurut-pararaton/">Tiga Versi Keruntuhan Majapahit Menurut PARARATON</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://javanica.co.id/tiga-versi-keruntuhan-majapahit-menurut-pararaton/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER: SAUDARA GAIB MANUSIA</title>
		<link>https://javanica.co.id/sedulur-papat-kalima-pancer-saudara-gaib-manusia/</link>
					<comments>https://javanica.co.id/sedulur-papat-kalima-pancer-saudara-gaib-manusia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Javanica]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2022 01:01:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Buku]]></category>
		<category><![CDATA[saudara gaib]]></category>
		<category><![CDATA[sedulur papat]]></category>
		<category><![CDATA[sedulur papat kalima pancer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://javanica.co.id/?p=1429</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kenapa Sêdulur Papat kita tidak terlihat? Demikian pertanyaan yang pernah diajukan kepada saya pada suatu hari. Untuk menjawabnya, saya hendak sedikit bercerita tentang Sêdulur Papat atau Catur Sanak ini. Ketika sperma bapa (kama pêthak) dan ovum ibu (kama bang) bertemu di rahim ibu, terjadilah pembuahan. Sejak saat itu, Sêdulur Papat kita sudah hadir untuk mempersiapkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/sedulur-papat-kalima-pancer-saudara-gaib-manusia/">SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER: SAUDARA GAIB MANUSIA</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/12/saudara-gaib-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1430" srcset="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/12/saudara-gaib-1024x683.jpg 1024w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/12/saudara-gaib-980x653.jpg 980w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/12/saudara-gaib-480x320.jpg 480w" sizes="(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1024px, 100vw" /></figure>



<p><br>Kenapa Sêdulur Papat kita tidak terlihat? Demikian pertanyaan yang pernah diajukan kepada saya pada suatu hari. Untuk menjawabnya, saya hendak sedikit bercerita tentang Sêdulur Papat atau Catur Sanak ini.<br><br>Ketika sperma bapa (kama pêthak) dan ovum ibu (kama bang) bertemu di rahim ibu, terjadilah pembuahan. Sejak saat itu, Sêdulur Papat kita sudah hadir untuk mempersiapkan segala sesuatu demi keberlangsungan hidup sang janin sebagai Pancêr (pusat) mereka.<br><br>Sêdulur Papat kita mengambil wujud fisik berupa Kakang Kawah (air ketuban), Gêtih (darah), Adhi Ari-Ari (plasenta), dan Pusêr-Lamas (tali pusar-selaput janin). Idealnya, mereka mengawal pertumbuhan sang janin selama bertapa di gua garbha ibu nan gelap selama sembilan bulan. Dengan bahagia mereka bahu-membahu melakukan apa pun untuk memberikan perlindungan kepada si kecil agar nanti terlahir selamat.<br><br>Yang paling menegangkan adalah ketika usia sang janin sudah menginjak sembilan bulan dan bersiap-siap terlahir ke dunia. Saat itu, Sêdulur Papat berjanji kepada sang janin bahwa mereka akan memuluskan jalan kelahirannya. Tugas mereka adalah membukakan pintu kelahiran, membungkus tubuh sang janin agar tidak terluka, dan mendorongnya agar segera keluar dari pintu kelahiran.<br><br>Yang sangat mengharukan adalah, Sêdulur Papat rela mati demi kehidupan sang janin. Bagaikan laskar cinta, mereka ikhlas jika harus mati sebagai air ketuban, darah, ari-ari, dan tali pusar atau selaput janin agar sang janin bisa selamat keluar dari garbha ibunya guna menikmati kehidupan yang penuh warna.<br><br>Pada akhirnya, sang janin keluar dari garbha ibunya dan pekik tangis pun terdengar. Tangisan itu tidak saja pertanda penderitaan yang kelak akan dihadapi sang jabang bayi, melainkan juga jerit kepiluannya, sebab ia tidak akan lagi melihat wujud fisik empat saudara yang menemaninya dengan setia dan penuh cinta selama bertapa di rahim ibunya. Sejatinya, mereka pun menangisi perpisahan yang menyedihkan itu.<br><br>Sêdulur Papat sang jabang bayi pun mati dari wujud fisiknya. Air ketuban, darah, ari-ari, dan tali pusar-selaput janin sudah tidak hidup lagi. Tetapi, meskipun mereka telah mati dari wujud fisiknya, spirit mereka tetaplah hidup dan senantiasa mengiringi sang jabang bayi di dimensi gaib sampai akhir hayatnya, bahkan sampai di alam kematian.<br><br>Pasca-kelahiran, pola hubungan sang jabang bayi dan Sêdulur Papatnya terus mengalami dinamika, hingga ada momen panjang ketika sang jabang bayi yang telah beranjak dewasa sepenuhnya lupa akan keberadaan Sêdulur Papatnya, yang membuat mereka begitu sedih sekaligus sakit hati karena sangat kangen untuk sekadar diingat dan disapa. Dan ini terjadi karena sebagian besar manusia hanya mengandalkan pikiran dan pancaindranya sehingga lupa bahwa ada perangkat halus berupa rasa untuk terhubung dengan Sêdulur Papat yang gaib dan tak tercerap pancaindra.<br><br>Pola hubungan Sêdulur Papat dan diri kita selaku Pancêr mereka dari kelahiran hingga kematian telah selesai saya tulis dan akan terbit sebentar lagi melalui Penerbit Javanica.<br><br>Ong sanakingsun kabeh, aja lali ring ingsun apan ingsun tan lali ring sira sanakingsun kabeh. Wahai saudaraku semua, aku tak akan pernah melupakan kalian semua sebagaimana janji kita tatkala berada di rahim ibu dulu.<br><br><br>Penjelasan lengkap tentang ajaran Jawa asli ini bisa dibaca di buku Sêdulur Papat Kalima Pancêr terbitan Javanica.<br><br>Pemesanan via WA 0812-8765-4445 klik: <strong></strong><br><br>Tokopedia: <strong><a href="https://tokopedia.com/javanicabooks">https://tokopedia.com/javanicabooks</a></strong><br>Shopee: <a href="https://shopee.co.id/javanicabooks"><strong>https://shopee.co.id/javanicabooks</strong></a></p>



<p></p>



<figure class="wp-block-image aligncenter size-full"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="400" height="602" src="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/10/sedulur-papat-kalima-pancer.jpg" alt="sedulur papat kalima pancer" class="wp-image-1409" srcset="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/10/sedulur-papat-kalima-pancer.jpg 400w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/10/sedulur-papat-kalima-pancer-199x300.jpg 199w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/10/sedulur-papat-kalima-pancer-300x452.jpg 300w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption>Buku Sedulur Papat Kalima Pancer</figcaption></figure>



<p></p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/sedulur-papat-kalima-pancer-saudara-gaib-manusia/">SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER: SAUDARA GAIB MANUSIA</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://javanica.co.id/sedulur-papat-kalima-pancer-saudara-gaib-manusia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SESAJEN UNTUK SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER</title>
		<link>https://javanica.co.id/sesajen-untuk-sedulur-papat-kalima-pancer/</link>
					<comments>https://javanica.co.id/sesajen-untuk-sedulur-papat-kalima-pancer/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Javanica]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2022 00:49:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Buku]]></category>
		<category><![CDATA[sedulur papat kalima pancer]]></category>
		<category><![CDATA[sesajen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://javanica.co.id/?p=1426</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sesajen ini disebut sêgêhan, yang berasal dari bahasa Jawa dan Bali “sêga”, bermakna nasi. Ritual menghaturkan sêgêhan kepada saudara-saudara gaib kita tersebut dinamai masêgêh. Dalam masêgêh, kita belajar untuk mengetahui dan mengalami bagaimana energi pancamahabhuta yang dikendalikan Sedulur Papat Kalima Pancêr (pêrtiwi/tanah, apah/air, teja/cahaya, bayu/angin, akasa/ruang) membentuk tubuh kita dan bagaimana kita menciptakan keterhubungan dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/sesajen-untuk-sedulur-papat-kalima-pancer/">SESAJEN UNTUK SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="933" height="960" src="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-11-at-07.45.40.jpeg" alt="" class="wp-image-1427" srcset="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-11-at-07.45.40.jpeg 933w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-11-at-07.45.40-480x494.jpeg 480w" sizes="(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) 933px, 100vw" /></figure>



<p><br>Sesajen ini disebut sêgêhan, yang berasal dari bahasa Jawa dan Bali “sêga”, bermakna nasi. Ritual menghaturkan sêgêhan kepada saudara-saudara gaib kita tersebut dinamai masêgêh. Dalam masêgêh, kita belajar untuk mengetahui dan mengalami bagaimana energi pancamahabhuta yang dikendalikan Sedulur Papat Kalima Pancêr (pêrtiwi/tanah, apah/air, teja/cahaya, bayu/angin, akasa/ruang) membentuk tubuh kita dan bagaimana kita menciptakan keterhubungan dengan energi tersebut. Dalam yantra sêgêhan ini, energi pancamahabhuta disimbolkan dengan nasi lima warna sesuai dengan warna Sêdulur Papat Kalima Pancêr, yaitu:<br></p>



<ol class="wp-block-list"><li>NASI PUTIH. Mewakili Kakang Kawah/Yeh Nyom dan transformasi-transformasinya, yaitu Bhuta Pêthak/Anggapati, Ratu Ngurah Tangkêb Langit, dan Bhatara Sadyojata/Iswara. Nasi putih ini ditempatkan di atas—mewakili arah timur dan pasaran Lêgi/Umanis.</li><li>NASI MERAH. Mewakili Gêtih dan transformasi-transformasinya, yaitu Bhuta Bang/Mrajapati, Ratu Wayan Têbêng, dan Bhatara Bamadewa/Brahma. Nasi merah ini ditempatkan di sebelah kanan—mewakili arah selatan dan pasaran Pahing.</li><li>NASI KUNING. Mewakili Adhi Ari-Ari dan transformasi-transformasinya, yaitu Bhuta Jênar/Banaspati, Ratu Made Jêlawung, dan Bhatara Tatpurusa/Mahadewa. Nasi ini ditempatkan di bawah—mewakili arah barat dan pasaran Pon.</li><li>NASI HITAM. Mewakili Pusêr-Lamas dan transformasi-transformasinya, yaitu Bhuta Irêng/Banaspati Raja, Ratu Nyoman Sakti Pêngadhangan, dan Bhatara Agora/Wisnu. Nasi hitam ini ditempatkan di sisi kiri—mewakili arah utara dan pasaran Wage.</li><li>NASI MANCAWARNA (campuran dari empat nasi sebelumnya). Mewakili Rare Cili sang Pancêr dan transformasi-transformasinya, yaitu Bhuta Mancawarna/Dhêngên, Ratu Kêtut Pêthung, dan Bhatara Guru/Isana. Nasi mancawarna ini ditempatkan di tengah-tengah—mewakili arah pusat dan pasaran Kliwon.<br><br>Lima nasi tersebut dibentuk serupa tumpeng kecil sebagai simbol gunung yang mewakili keberadaan alam, ditempatkan di atas sebuah alas dari daun pisang berbentuk segi empat.<br><br>Selain lima nasi tersebut, pada sêgêhan juga terdapat beberapa hal berikut ini:<br><br>a. Dua wadah kecil dari daun pisang berbentuk kerucut. Wadah pertama ditempatkan di pojok bawah sebelah kiri, berisi irisan bawang merah, irisan jahe, dan garam (simbol masa lalu, masa sekarang, dan masa mendatang). Wadah kedua ditempatkan di pojok bawah sebelah kanan, berisi biji beras (simbol kesuburan).<br>b. Porosan yang terdiri dari daun sirih, kapur sirih, dan gambir (simbol kelahiran, kehidupan, dan kematian) ditempatkan di posisi paling atas dari alas sêgêhan.<br>c. Dupa harum.<br>d. Canang, yaitu takir kecil yang berisi kembang setaman dan irisan daun pandan.<br>e. Tirtha suci, yaitu air putih yang telah disucikan dengan mantra.<br>f. Tabuhan, yaitu cairan untuk memerciki sêgêhan yang berisi campuran arak, tuak, dan brem (simbol kekuatan penciptaan, pemeliharaan, dan peleburan).<br><br><br>Penjelasan lengkap tentang sesajen ini dan ritualnya bisa dibaca di buku Sêdulur Papat Kalima Pancêr terbitan Javanica.<br><br>Pemesanan via WA 0812-8765-4445 klik: <br><br>Tokopedia: <a href="https://tokopedia.com/javanicabooks">https://tokopedia.com/javanicabooks</a><br>Shopee: <a href="https://shopee.co.id/javanicabooks">https://shopee.co.id/javanicabooks</a></li></ol>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="400" height="602" src="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/10/sedulur-papat-kalima-pancer.jpg" alt="sedulur papat kalima pancer" class="wp-image-1409" srcset="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/10/sedulur-papat-kalima-pancer.jpg 400w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/10/sedulur-papat-kalima-pancer-199x300.jpg 199w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/10/sedulur-papat-kalima-pancer-300x452.jpg 300w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></figure>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/sesajen-untuk-sedulur-papat-kalima-pancer/">SESAJEN UNTUK SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://javanica.co.id/sesajen-untuk-sedulur-papat-kalima-pancer/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TANTRA: Ilmu Tertua di Dunia</title>
		<link>https://javanica.co.id/tantra-ilmu-tertua-di-dunia/</link>
					<comments>https://javanica.co.id/tantra-ilmu-tertua-di-dunia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Mar 2019 16:26:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Buku]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[kejawen]]></category>
		<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[suwung]]></category>
		<category><![CDATA[Tantra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaurama.co.id/?p=958</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jagat raya bermula dari kehendak Sanghyang Suwung yang misterius. Kehendak itu terekspresi melalui sabda Ong yang mengoyak kehampaan, menciptakan ruang-waktu, menyebar ke segala arah dan membentuk pusaran-pusaran energi yang menempati 8 arah mata angin. Di titik pusatnya sendiri bergetar 2 pusaran energi—yang disebut Siwa-Shakti, Rahman-Rahim, Yang-Yin, dan Lanang-Wadon di beberapa tradisi. 10 pusaran energi itu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/tantra-ilmu-tertua-di-dunia/">TANTRA: Ilmu Tertua di Dunia</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-embed-youtube wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe width="1080" height="608" src="https://www.youtube.com/embed/UsU8kvMQvLQ?start=22&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Jagat raya bermula dari kehendak Sanghyang Suwung yang misterius. Kehendak itu terekspresi melalui sabda Ong yang mengoyak kehampaan, menciptakan ruang-waktu, menyebar ke segala arah dan membentuk pusaran-pusaran energi yang menempati 8 arah mata angin. Di titik pusatnya sendiri bergetar 2 pusaran energi—yang disebut Siwa-Shakti, Rahman-Rahim, Yang-Yin, dan Lanang-Wadon di beberapa tradisi. 10 pusaran energi itu oleh leluhur Nusantara dilambangkan dengan Dasaksara, 10 aksara mistis, yang membentuk sacred geometry bernama mandala. Melalui getaran aksara-aksara itulah kehidupan tercipta. Aksara adalah cikal-bakal seluruh ciptaan.</p>



<p>Selaras dengan prinsip holografis, Dasaksara itu pun bersemayam di tubuh manusia selaku jagat alit yang menampung seluruh unsur jagat raya. Tubuh manusia pun tersusun dari aksara-aksara yang bergetar dan membentuk mandala, yang berpusat di inti hati tempat Sanghyang Suwung (Tuhan) bertakhta sebagai Sanghyang Atma (Ruh). Siapa yang mampu mengakses dan mendayagunakan aksara-aksara di tubuhnya, ia akan menjadi manusia yang sakti dan waskita. Lebih dari itu, siapa yang mampu menggulung semua aksara di tubuhnya dan mengembalikannya pada Sanghyang Suwung di inti hatinya, ia akan menjadi manusia sempurna, dan itulah yang disebut moksa. Inilah sesungguhnya ajaran inti Tantra, ilmu kuno Nusantara yang diyakini sejumlah kalangan sebagai ilmu tertua di dunia.</p>



<p>Didasarkan pada 30 lontar berbahasa Kawi, buku ini membabar hakikat Tantra, hakikat aksara dalam kehidupan, laku Tantra, hingga penyembuhan lewat meditasi aksara, hadir bagi Anda yang haus akan ilmu adiluhung warisan leluhur Nusantara.</p>



<p>Harga: Rp80.000 (harga asli: Rp100.000). Penulis: I Ketut Sandika (pengajar dan praktisi Tantra Kuno Nusantara). Bisa juga dibeli di toko buku Gramedia seluruh Indonesia.</p>



<p>FORMAT PEMESANAN: Tulis nama, alamat lengkap, nomor HP, dan nama buku yang dipesan ke WA: 0812-8765-4445.</p>



<h1 class="wp-block-heading"></h1>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/tantra-ilmu-tertua-di-dunia/">TANTRA: Ilmu Tertua di Dunia</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://javanica.co.id/tantra-ilmu-tertua-di-dunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Novel Sejarah Nusantara Terbaik</title>
		<link>https://javanica.co.id/novel-sejarah-nusantara-terbaik/</link>
					<comments>https://javanica.co.id/novel-sejarah-nusantara-terbaik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2019 08:06:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Ahangkara]]></category>
		<category><![CDATA[Mahfud MD]]></category>
		<category><![CDATA[Ranggalawe]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaurama.co.id/?p=945</guid>

					<description><![CDATA[<p>RANGGALAWE &#38; AHANGKARA (Epos Awal dan Akhir Majapahit) RANGGALAWE: SANG PENAKLUK MONGOL (Novel sejarah tentang awal berdirinya Majapahit). Peralihan takhta tanah Jawa dari Prabu Kertanegara ke Prabu Jayakatwang memaksa Adipati Tuban Ranggalawe harus menentukan sikap. Ketika Raden Wijaya, menantu Kertanegara, melarikan diri ke Sumenep, Ranggalawe segera tahu kepada siapa mesti berpihak. Di bawah kendalinya, siasat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/novel-sejarah-nusantara-terbaik/">Novel Sejarah Nusantara Terbaik</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><br><br></p>



<figure class="wp-block-image"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="636" height="636" src="https://kaurama.co.id/wp-content/uploads/2019/01/FB_IMG_1548226190455.jpg" alt="" class="wp-image-946" srcset="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2019/01/FB_IMG_1548226190455.jpg 636w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2019/01/FB_IMG_1548226190455-150x150.jpg 150w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2019/01/FB_IMG_1548226190455-300x300.jpg 300w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2019/01/FB_IMG_1548226190455-600x600.jpg 600w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2019/01/FB_IMG_1548226190455-100x100.jpg 100w" sizes="(max-width: 636px) 100vw, 636px" /><figcaption>Prof. Dr. Mahfud MD, pembaca novel sejarah Ahangkara dan Ranggalawe terbitan Javanica.<br> </figcaption></figure>



<p><br></p>



<p>RANGGALAWE &amp; AHANGKARA (Epos Awal dan Akhir Majapahit)</p>



<p>RANGGALAWE: SANG PENAKLUK MONGOL (Novel sejarah tentang awal berdirinya Majapahit). Peralihan takhta tanah Jawa dari Prabu Kertanegara ke Prabu Jayakatwang memaksa Adipati Tuban Ranggalawe harus menentukan sikap. Ketika Raden Wijaya, menantu Kertanegara, melarikan diri ke Sumenep, Ranggalawe segera tahu kepada siapa mesti berpihak. Di bawah kendalinya, siasat pemberontakan pun disusun. Kediri berhasil dilibas seiring kedatangan pasukan Mongol yang hendak menaklukkan Jawa. Pasukan Mongol yang digdaya pun ditundukkan dengan siasat yang rumit. Wijaya menjadi penguasa kerajaan baru bernama Majapahit, melanjutkan trah kuasa Ken Angrok yang mengalir di tubuhnya. 503 hlm. Rp98.000.</p>



<p>AHANGKARA: SENGKETA KEKUASAAN DAN AGAMA (Novel sejarah tentang kehancuran total Majapahit). Penguasa Demak, Trenggana, berhasrat menaklukkan seluruh kekuatan Majapahit dari tanah Jawa. Namun, Demak dibayang-bayangi pasukan yang ingin mengubah perang penaklukan menjadi perang antar-keyakinan, menghapus agama leluhur Jawa sekaligus ajaran Sunan Kalijaga dan Syekh Siti Jenar yang dianggap sesat. Laskar Demak berhasil menghancurkan benteng terakhir Majapahit di Dahanapura. Tuban terpaksa menyerah dalam hitungan hari. Atas isyarat Sunan Kalijaga, Tuban menjalankan Siasat Wijaya. Strategi perang menumpas pasukan Mongol itu dijalankan selama 19 tahun tanpa henti. Perang telik sandi, pengkhianatan, dan balas dendam terjadi sepanjang waktu. 500 hlm. Rp95.000.</p>



<p>Harga 2 buku: Rp154.000 (harga asli: Rp193.000). Penulis: Makinuddin Samin. Bisa juga dibeli satuan.<br>
.<br>
FORMAT PEMESANAN: Tulis nama, alamat, nomor HP, dan nama buku yang dipesan ke Inbox, DM, WA ke: 0812-8765-4445.</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/novel-sejarah-nusantara-terbaik/">Novel Sejarah Nusantara Terbaik</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://javanica.co.id/novel-sejarah-nusantara-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pre-Order: MAHABBAH (Kisah Cinta Layla Majnun dan Yusuf Zulaikha)</title>
		<link>https://javanica.co.id/pre-order-mahabbah/</link>
					<comments>https://javanica.co.id/pre-order-mahabbah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jan 2018 10:58:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://kaurama.co.id/?p=671</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; MAHABBAH (Kisah Cinta Layla Majnun dan Yusuf Zulaikha) Dalam Tasawuf, spiritualitas Islam, hubungan antara hamba dan Tuhan hanya bisa terjalin melalui cinta, mahabbah. Hamba adalah sang pecinta, Tuhan adalah sang kekasih. Yang membuat hamba merasa terpisah dari Tuhan adalah nafsu, yang berlapis-lapis banyaknya, dan cinta bagaikan tungku api yang membakar nafsu sang pecinta. Perjalanan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/pre-order-mahabbah/">Pre-Order: MAHABBAH (Kisah Cinta Layla Majnun dan Yusuf Zulaikha)</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>MAHABBAH (Kisah Cinta Layla Majnun dan Yusuf Zulaikha)</p>
<p>Dalam Tasawuf, spiritualitas Islam, hubungan antara hamba dan Tuhan hanya bisa terjalin melalui cinta, mahabbah. Hamba adalah sang pecinta, Tuhan adalah sang kekasih. Yang membuat hamba merasa terpisah dari Tuhan adalah nafsu, yang berlapis-lapis banyaknya, dan cinta bagaikan tungku api yang membakar nafsu sang pecinta. Perjalanan menuju sang kekasih begitu panjang dan menyakitkan, tetapi itulah yang harus dilalui setiap pecinta yang meniti jalan mahabbah.</p>
<p>Perjalanan pecinta menuju sang kekasih diabadikan dalam banyak karya sastra oleh para pujangga Sufi di setiap zaman. Yang termasyhur di antara semuanya adalah Layla Majnun karya Nizami (abad ke-12) dan Yusuf Zulaikha karya Jami (abad ke-15). Keduanya berkisah tentang seorang pecinta yang terpesona pada keindahan Tuhan yang mewujud dalam diri kekasihnya, mengalami siksa kerinduan tak terkira, hingga ia kehilangan dirinya dan mengantarkannya pada penyatuan mistis tak terkatakan sebagai puncak pengalaman spiritual. Kisah mereka yang penuh liku dilukiskan dalam metafora-metafora yang luar biasa indah, menginspirasi banyak pujangga, seniman, dan pejalan spiritual dari berbagai agama berabad-abad lamanya.</p>
<p>Terbit akhir Februari 2018. Harga Pre-Order: RP68.000 (harga asli: Rp85.000). Penulis: Nizami Ganjavi &amp; Nuruddin Abdurrahman Jami (dua pujangga Sufi). Tebal: (circ.) 370 halaman.</p>
<p><strong>CARA PEMESANAN:</strong> Tulis nama, alamat lengkap, dan nomor HP, lalu kirim ke inbox atau SMS/WA ke: 0812-8765-4445.</p>
<p><strong>Pesan Sekarang</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" class="alignleft size-large wp-image-672" src="http://kaurama.co.id/wp-content/uploads/2018/01/received_10155536438529794-700x897.jpeg" alt="Pre-order Mahabbah" width="700" height="897" /></p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/pre-order-mahabbah/">Pre-Order: MAHABBAH (Kisah Cinta Layla Majnun dan Yusuf Zulaikha)</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://javanica.co.id/pre-order-mahabbah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PRE-ORDER Novel SAMBERNYAWA (Banjir Darah Bumi Mataram)</title>
		<link>https://javanica.co.id/pre-order-novel-sambernyawa-banjir-darah-bumi-mataram/</link>
					<comments>https://javanica.co.id/pre-order-novel-sambernyawa-banjir-darah-bumi-mataram/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2016 16:20:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[preorder]]></category>
		<category><![CDATA[sambernyawa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://kaurama.co.id/?p=410</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara, Syarat, dan Ketentuan: 1. Masa pre-order dari tanggal 31 Agustus 2016 s.d. 15 September 2016. 2. Yang hendak pre-order bisa mengirim pesan melalui SMS/WA ke nomor: 081287654445. Sertakan nama, alamat, dan nomor kontak yang bisa dihubungi dalam pemesanan (untuk menentukan ongkos kirim). 3. Pembayaran dilakukan dengan cara transfer ke bank. 4. Pengiriman buku akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/pre-order-novel-sambernyawa-banjir-darah-bumi-mataram/">PRE-ORDER Novel SAMBERNYAWA (Banjir Darah Bumi Mataram)</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Cara, Syarat, dan Ketentuan:</strong></p>
<p>1. Masa pre-order dari tanggal 31 Agustus 2016 s.d. 15 September 2016.<br />
2. Yang hendak pre-order bisa mengirim pesan melalui SMS/WA ke nomor: 081287654445. Sertakan nama, alamat, dan nomor kontak yang bisa dihubungi dalam pemesanan (untuk menentukan ongkos kirim).<br />
3. Pembayaran dilakukan dengan cara transfer ke bank.<br />
4. Pengiriman buku akan dilakukan paling lambat tanggal 15 September 2016.<br />
.<br />
<img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" src="http://kaurama.co.id/wp-content/uploads/2016/08/cover_sambernyawa2.jpg" alt="cover_sambernyawa2" width="365" height="419" class="alignleft size-large wp-image-414" srcset="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2016/08/cover_sambernyawa2.jpg 365w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2016/08/cover_sambernyawa2-300x344.jpg 300w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2016/08/cover_sambernyawa2-261x300.jpg 261w" sizes="(max-width: 365px) 100vw, 365px" />Judul: SAMBERNYAWA (Banjir Darah Bumi Mataram)<br />
Penulis: Sri hadidjojo<br />
ISBN: 978-602-6799-10-4<br />
Jumlah Halaman: 418 hlm.<br />
Ukuran: 14 x 21 cm<br />
Harga Asli: Rp 88.000,-<br />
Harga Pre-Order: Rp 74.000,-<br />
.<br />
SINOPSIS<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
.<br />
Pada tahun 1742, benteng Kerajaan Mataram Islam di Kartasura hancur oleh serangan laskar Jawa dan Tionghoa. Serangan itu dipicu oleh peristiwa Geger Pacinan, pemberontakan orang-orang Tionghoa terhadap Belanda di Batavia pada tahun 1740. Dipimpin seorang bangsawan bernama Sunan Kuning, orang-orang Tionghoa dan Jawa yang sama-sama kecewa dengan pemerintahan Pakubuwana II, raja Mataram yang dekat dengan Belanda, pun mengobarkan pemberontakan. Sejak saat itu rakyat Mataram terbelah dua: antara yang memihak Sunan Kuning dan Pakubuwana II. Di mana-mana terjadi perang dan banjir darah.<br />
.<br />
Jatuhnya Kartasura melatarbelakangi lahirnya seorang tokoh besar tanah Jawa: Raden Mas Said alias Pangeran Sambernyawa! Seorang kesatria yang disingkirkan dari istana Mataram. Setelah Sunan Kuning menguasai Kartasura, Pangeran Sambernyawa berada di persimpangan jalan. Meskipun Pakubuwana II pamannya, ia tak bisa membela karena ada Belanda di belakangnya. Tetapi ia pun tak hendak memihak penguasa baru sebab ia merasa Sunan Kuning bukan pemimpin yang diharapkannya.<br />
.<br />
Pada masa yang sangat genting itu, peristiwa demi peristiwa dialami Pangeran Sambernyawa. Seseorang meracuninya hingga ia mati suri berhari-hari. Ketika tubuhnya lemah tanpa daya, kekuatan dahsyat berupa Tridaya sakti justru bangkit di dalam dirinya. Simpul-simpul pada tujuh cakra di tubuhnya terbuka dan mampu mengalirkan tenaga murni sepenuhnya. Perjumpaannya dengan rakyat yang menderita memantapkan hatinya untuk memperjuangkan keadilan. Kasih sayang dari orang-orang yang tulus membuat jiwanya semakin menyadari sesanti leluhur Jawa: Sura dira jayaningrat lebur dening pangastuti. Angkara murka bakal lebur oleh cinta kasih! Berkiblat pada keadilan dan cinta kasih, Pangeran Sambernyawa pun mempersiapkan kekuatannya untuk membebaskan rakyat Jawa dari belenggu penderitaan dan penjajahan!</p>
<p><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" src="http://kaurama.co.id/wp-content/uploads/2016/08/PO_Fb_ads-700x525.jpg" alt="preorder novel sambernyawa" width="700" height="525" class="aligncenter size-large wp-image-411" /></p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/pre-order-novel-sambernyawa-banjir-darah-bumi-mataram/">PRE-ORDER Novel SAMBERNYAWA (Banjir Darah Bumi Mataram)</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://javanica.co.id/pre-order-novel-sambernyawa-banjir-darah-bumi-mataram/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Video Keris Setan Kober</title>
		<link>https://javanica.co.id/video-keris-setan-kober-2/</link>
					<comments>https://javanica.co.id/video-keris-setan-kober-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Jul 2016 18:26:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[video]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://kaurama.co.id/?p=397</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a href="https://javanica.co.id/video-keris-setan-kober-2/">Video Keris Setan Kober</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><center><iframe src="https://www.youtube.com/embed/hlGltmiYh28" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></center></p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/video-keris-setan-kober-2/">Video Keris Setan Kober</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://javanica.co.id/video-keris-setan-kober-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Video NATISHA: Persembahan Terakhir</title>
		<link>https://javanica.co.id/video-natisha-persembahan-terakhir/</link>
					<comments>https://javanica.co.id/video-natisha-persembahan-terakhir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Jul 2016 18:25:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[video]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://kaurama.co.id/?p=395</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a href="https://javanica.co.id/video-natisha-persembahan-terakhir/">Video NATISHA: Persembahan Terakhir</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><center><iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/d2uGoKqvxW0" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></center></p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/video-natisha-persembahan-terakhir/">Video NATISHA: Persembahan Terakhir</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://javanica.co.id/video-natisha-persembahan-terakhir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
