<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Javanica, Author at Penerbit Javanica</title>
	<atom:link href="https://javanica.co.id/author/admink/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://javanica.co.id/author/admink/</link>
	<description>Penerbit Javanica </description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 Mar 2025 11:32:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>&#8220;Letting Go: Kekuatan Tersembunyi Sikap Pasrah&#8221; – Buku Monumental yang Mengubah Hidup​</title>
		<link>https://javanica.co.id/letting-go-buku-monumental-yang-mengubah-hidup/</link>
					<comments>https://javanica.co.id/letting-go-buku-monumental-yang-mengubah-hidup/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Javanica]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2025 11:12:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://javanica.co.id/?p=1808</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a href="https://javanica.co.id/letting-go-buku-monumental-yang-mengubah-hidup/">&#8220;Letting Go: Kekuatan Tersembunyi Sikap Pasrah&#8221; – Buku Monumental yang Mengubah Hidup​</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="1808" class="elementor elementor-1808">
						<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-212b487a elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="212b487a" data-element_type="section" data-e-type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-7f040c14" data-id="7f040c14" data-element_type="column" data-e-type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-55bc7001 elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="55bc7001" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
																	</div>
				</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-8d75a1d elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="8d75a1d" data-element_type="section" data-e-type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-44effe6" data-id="44effe6" data-element_type="column" data-e-type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-94c7e8f elementor-widget elementor-widget-heading" data-id="94c7e8f" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="heading.default">
				<div class="elementor-widget-container">
					<h1 class="elementor-heading-title elementor-size-default">"Letting Go: Kekuatan Tersembunyi Sikap Pasrah" – Buku Monumental yang Mengubah Hidup</h1>				</div>
				</div>
				<div class="elementor-element elementor-element-9e82a6e elementor-widget elementor-widget-image" data-id="9e82a6e" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
															<img fetchpriority="high" fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2025/03/cetakan-ke-7-1024x683.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-1806" alt="buku letting go cetakan ke 7" srcset="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2025/03/cetakan-ke-7-1024x683.jpg 1024w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2025/03/cetakan-ke-7-980x653.jpg 980w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2025/03/cetakan-ke-7-480x320.jpg 480w" sizes="(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1024px, 100vw" />															</div>
				</div>
				<div class="elementor-element elementor-element-bec886d elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="bec886d" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<p>Buku &#8220;Letting Go: Kekuatan Tersembunyi Sikap Pasrah&#8221; karya Dr. David R. Hawkins telah menjadi fenomena global dan kini telah cetak ulang sebanyak tujuh kali. Sebagai sebuah buku bestseller, &#8220;Letting Go&#8221; tidak hanya menawarkan panduan praktis untuk melepaskan beban emosi yang menghambat kebahagiaan, tetapi juga mengajarkan mekanisme mendasar yang menjadi inti dari ajaran spiritual di seluruh dunia.</p>
<p><strong>Perjalanan Dr. David R. Hawkins: Dari Penyakit Kronis Menuju Kesembuhan Total</strong></p>
<p>Dr. Hawkins adalah seorang ilmuwan sekaligus mistikus modern yang mengalami perjalanan transformasi luar biasa. Setelah menderita berbagai penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan melalui metode medis konvensional, ia mengambil langkah radikal: memasrahkan sepenuhnya segala rasa sakit dan penderitaannya. Secara ajaib, satu per satu penyakit yang dideritanya mulai sirna.</p>
<p>Dr. Hawkins menemukan bahwa sebagian besar penyakit fisik dan mental berakar pada emosi-emosi negatif yang terpendam di alam bawah sadar. Ketika emosi-emosi tersebut dilepaskan melalui sikap pasrah, tubuh dan pikiran mengalami penyembuhan alami. Buku ini menjelaskan dengan detail bagaimana mekanisme pasrah bekerja secara psikoanalitis untuk menyirnakan blok-blok batin yang menghalangi kita dari cinta, kebahagiaan, dan kedamaian sejati.</p>
<p><strong>Esensi Ajaran Spiritual yang Terlupakan</strong></p>
<p>Sikap pasrah sebenarnya adalah inti dari semua ajaran spiritual besar di dunia. Namun, banyak orang gagal menerapkannya karena tidak memahami mekanisme yang benar untuk melepaskan ego dan membuka diri pada kesadaran yang lebih tinggi. Melalui pendekatan yang ilmiah dan mendalam, Dr. Hawkins mengungkapkan cara sederhana namun sangat efektif untuk melepaskan diri dari penderitaan batin dan menemukan ketenangan sejati.</p>
<p>Apa yang Membuat &#8220;Letting Go&#8221; Begitu Istimewa?</p>
<ul>
<li>Pendekatan Ilmiah dan Spiritual: Dr. Hawkins menggabungkan ilmu psikoanalisis modern dengan wawasan mistik yang mendalam. Ini memungkinkan pembaca untuk memahami bagaimana emosi negatif berperan dalam membentuk realitas kita.</li>
<li>Mekanisme yang Mudah Dipraktikkan: Proses &#8220;letting go&#8221; atau &#8220;melepaskan&#8221; dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun. Anda hanya perlu membiarkan emosi negatif muncul tanpa melawan atau menekannya.</li>
<li>Efek yang Langsung Terasa: Banyak pembaca melaporkan perasaan lega, damai, dan kebahagiaan yang muncul seketika setelah mempraktikkan metode ini.</li>
<li>Cocok untuk Semua Orang: Baik mereka yang sedang menjalani perjalanan spiritual, terapi pemulihan batin, atau sekadar ingin mengatasi stres sehari-hari, &#8220;Letting Go&#8221; menawarkan solusi yang universal.</li>
</ul>
<p>Testimoni dari Pembaca Indonesia</p>
<p>Buku ini telah mendapat banyak pujian dari para praktisi spiritual dan pemulihan batin di Indonesia:</p>
<p>“Letting Go adalah mekanisme paling sederhana namun tak ada yang melampaui. Kuncinya: kesediaan untuk mentransendensikan ego ke Diri Sejati.”<br />— Aswar, pengasuh David R. Hawkins Study Group Indonesia</p>
<p>“Letting Go adalah salah satu buku terbaik yang akan memandu Anda melepaskan diri menuju keajaiban-keajaiban tak terduga.”<br />— Arif Rh, trainer pemberdayaan diri dan penulis Kitab Ilmu Vibrasi</p>
<p>“Akan asyik dibaca oleh yang benar-benar serius memulihkan luka batin. Sebuah bacaan yang sangat penting tentang mekanisme ikhlas dan pasrah.”<br />— Adjie Santosoputro, praktisi pemulihan batin dan mindfulness</p>
<p> </p>
<p><strong>Mengapa Anda Perlu Membaca Buku Ini?</strong></p>
<p>Jika Anda telah mencoba berbagai program pengembangan diri dan jalan spiritual namun masih merasa terjebak dalam penderitaan emosional, &#8220;Letting Go&#8221; adalah jawaban yang Anda cari. Buku ini akan membawa Anda menyelam ke dalam diri, membebaskan beban emosi yang tersembunyi, dan membuka pintu menuju kebahagiaan sejati yang merupakan hakikat jiwa manusia.</p>
<p>Detail Buku</p>
<ul>
<li>Judul: Letting Go: Kekuatan Tersembunyi Sikap Pasrah</li>
<li>Penulis: Dr. David R. Hawkins</li>
<li>Jumlah Halaman: 424 halaman</li>
<li>Ukuran: 13,5 x 20 cm</li>
<li>ISBN: 978-602-6799-54-8</li>
<li>Penerbit: Javanica</li>
</ul>
<p> </p>
<p>Jawaban atas masalah yang kita hadapi sebenarnya ada di dalam diri kita sendiri. Saat kita melepaskan beban emosi dan hambatan batin, jati diri sejati kita akan bersinar, membuka jalan menuju kedamaian. Para guru spiritual juga mengajarkan bahwa kedamaian batin adalah satu-satunya solusi yang benar untuk mengatasi masalah pribadi maupun konflik bersama.</p>
<p><em>Letting Go</em> adalah buku yang membahas cara paling efektif untuk melepaskan hambatan batin yang menghalangi kita meraih pencerahan. Buku ini menjelaskan bagaimana emosi negatif yang terpendam dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental. Dengan sikap pasrah, kita dapat membebaskan diri dari beban emosi yang menghambat pertumbuhan spiritual. Metode yang diajarkan dalam buku ini sederhana, namun mampu membawa perubahan mendalam dalam hidup. Melalui pendekatan psikoanalisis, <em>Letting Go</em> membantu kita menemukan kedamaian dan kebahagiaan sejati.</p>
<p>Dengan cetak ulang sebanyak tujuh kali, &#8220;Letting Go&#8221; telah membuktikan kekuatannya dalam mengubah hidup banyak orang. Buku ini bukan sekadar teori, melainkan panduan praktis yang telah membantu ribuan orang membebaskan diri dari penderitaan batin, menemukan kedamaian, dan hidup dengan penuh cinta serta kebahagiaan.</p>
<p>Terima kasih kepada para pembaca setia, karena berkat dukungan Anda, <em>Letting Go</em> telah berhasil cetak ulang hingga tujuh kali. Kami berharap buku ini terus menginspirasi lebih banyak orang untuk menemukan kedamaian batin dan kebahagiaan sejati. Bagi yang belum membaca, kami yakin <em>Letting Go</em> dapat menjadi panduan berharga dalam perjalanan spiritual Anda. Dengan dukungan dan antusiasme yang terus mengalir, kami optimis buku ini akan terus menjadi bestseller dan membawa manfaat bagi banyak orang.</p>
<p>Jika Anda siap untuk melepaskan ego, menyembuhkan luka batin, dan merasakan kedamaian sejati, &#8220;Letting Go&#8221; adalah buku yang wajib Anda baca.</p>
<p> </p>
<p><strong>Dapatkan Buku &#8220;Letting Go: Kekuatan Tersembunyi Sikap Pasrah&#8221; Sekarang Juga!</strong></p>
<p>📚 Klik di sini untuk membeli: <strong><a href="https://bit.ly/orderbuku-Javanica">Beli Sekarang</a> </strong>di Javanica, atau kunjungi toko buku Gramedia di lokasi terdekat dengan Anda!</p>								</div>
				</div>
				<div class="elementor-element elementor-element-d98451e elementor-widget elementor-widget-image" data-id="d98451e" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
															<img decoding="async" width="768" height="1145" src="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2020/06/received_647263435876028-768x1145.jpeg" class="attachment-medium_large size-medium_large wp-image-1210" alt="letting go" srcset="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2020/06/received_647263435876028-768x1145.jpeg 768w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2020/06/received_647263435876028-201x300.jpeg 201w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2020/06/received_647263435876028-687x1024.jpeg 687w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2020/06/received_647263435876028-1031x1536.jpeg 1031w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2020/06/received_647263435876028-1374x2048.jpeg 1374w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2020/06/received_647263435876028-1080x1610.jpeg 1080w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2020/06/received_647263435876028-1280x1907.jpeg 1280w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2020/06/received_647263435876028-980x1460.jpeg 980w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2020/06/received_647263435876028-480x715.jpeg 480w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2020/06/received_647263435876028-300x447.jpeg 300w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2020/06/received_647263435876028-600x894.jpeg 600w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2020/06/received_647263435876028-scaled.jpeg 1718w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" />															</div>
				</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				</div>
		<p>The post <a href="https://javanica.co.id/letting-go-buku-monumental-yang-mengubah-hidup/">&#8220;Letting Go: Kekuatan Tersembunyi Sikap Pasrah&#8221; – Buku Monumental yang Mengubah Hidup​</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://javanica.co.id/letting-go-buku-monumental-yang-mengubah-hidup/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Versi Keruntuhan Majapahit Menurut PARARATON</title>
		<link>https://javanica.co.id/tiga-versi-keruntuhan-majapahit-menurut-pararaton/</link>
					<comments>https://javanica.co.id/tiga-versi-keruntuhan-majapahit-menurut-pararaton/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Javanica]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Feb 2024 08:38:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://javanica.co.id/?p=1620</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika buku PARARATON: BIOGRAFI PARA RAJA SINGHASĀRI-MAJAPAHIT terbit pada Juli 2023 kemarin, ada netizen yang komentar, &#8220;Aku tidak sudi membaca buku yang menceritakan hoaks Majapahit runtuh diserang Raden Patah.&#8221; Ini perlu diluruskan. Pararaton sama sekali tidak menyebut Raden Patah. Bahkan Dĕmak juga tidak disinggung sama sekali. Pada bagian akhir hanya disebutkan bahwa pada Śaka 1400 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/tiga-versi-keruntuhan-majapahit-menurut-pararaton/">Tiga Versi Keruntuhan Majapahit Menurut PARARATON</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p>Ketika buku <a href="https://javanica.co.id/buku/pararaton/">PARARATON: BIOGRAFI PARA RAJA SINGHASĀRI-MAJAPAHIT</a> terbit pada Juli 2023 kemarin, ada netizen yang komentar, &#8220;Aku tidak sudi membaca buku yang menceritakan hoaks Majapahit runtuh diserang Raden Patah.&#8221;</p>



<p></p>



<p>Ini perlu diluruskan. Pararaton sama sekali tidak menyebut Raden Patah. Bahkan Dĕmak juga tidak disinggung sama sekali. Pada bagian akhir hanya disebutkan bahwa pada Śaka 1400 (1478 Masehi) ada raja Majapahit yang meninggal di istana. Tidak dijelaskan ia meninggal karena apa.</p>



<p>Kisah Majapahit runtuh diserang Raden Patah adipati Dĕmak sumbernya bukan dari Pararaton, melainkan dari naskah-naskah babad semacam Babad Tanah Jawi dan Sĕrat Kaṇḍa. Dikisahkan di naskah itu bahwa Majapahit runtuh karena rajanya yang terakhir bernama Prabu Brawijaya menolak masuk Islam sehingga diserang Raden Patah, putranya sendiri. Kisah ini boleh kita sebut dengan VERSI TRADISIONAL. Perlu diketahui bahwa versi ini ditulis oleh pujangga Dinasti Mataram sekitar dua atau tiga abad sesudah Majapahit runtuh. Itu artinya, tingkat kevalidannya sangat rendah. Buktinya apa? Majapahit versi ini didirikan oleh Raden Susuruh, seorang pelarian dari Pajajaran; padahal menurut temuan purbakala, pendiri Majapahit bernama Dyah Wijaya, pangeran Tumapĕl. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kisah sejarah Majapahit versi tradisional lebih seperti dongeng yang tidak didasarkan pada fakta historis.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2024/02/1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1623" srcset="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2024/02/1-1024x683.jpg 1024w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2024/02/1-980x653.jpg 980w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2024/02/1-480x320.jpg 480w" sizes="(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1024px, 100vw" /></figure>



<p>Alternatif lain dari versi di atas ialah rekonstruksi yang dilakukan oleh arkeolog Pak Hasan Djafar. Pada 1975 ia membuat rekonstruksi berdasarkan analisis terhadap Pararaton dan sejumlah sumber sejarah lainnya. Menurutnya, Majapahit runtuh bukan diserang Raden Patah, melainkan oleh Girīndrawardhana Raṇawijaya. Rekonstruksi yang diajukan ialah: Pada 1468 raja Majapahit bernama Suraprabhāwa terusir ke Daha karena dikudeta oleh Bhre Kṛtabhūmi, putra raja terdahulu (Rājasawardhana Sināgara). Suraprabhāwa ganti bertakhta di Daha hingga meninggal pada 1474 dan digantikan putranya yang bernama Girīndrawardhana Raṇawijaya. Pada 1478 Girīndrawardhana Raṇawijaya balas menyerang Majapahit dan menewaskan Bhre Kṛtabhūmi. Nah, Bhre Kṛtabhūmi ditafsirkan sama dengan Prabu Brawijaya dalam cerita tradisional yang memiliki anak Raden Patah. Pada 1519 putra Raden Patah atau cucu Bhre Kṛtabhūmi yang bernama Pati Unus raja Dĕmak balas mengalahkan Girīndrawardhana Raṇawijaya.</p>



<p>Cerita di atas sangat populer dan banyak dipakai sebagai tandingan versi tradisional. Namun demikian, perlu diingat bahwa cerita di atas hanyalah REKONSTRUKSI dari Pak Hasan Djafar. Tidak ada satu pun prasasti atau lontar kuno yang menyebut Suraprabhāwa punya anak bernama Girīndrawardhana Raṇawijaya.</p>



<p>Lalu bagaimana dengan sumber prasasti? Dalam Prasasti Pĕṭak disebutkan bahwa pada 1486 Girīndrawardhana Raṇawijaya mengukuhkan anugerah dari raja sebelumnya, yaitu Bhaṭāra Prabhu Sang Mokta ring Amṛtawiśeṣalaya dan Sang Mokteng Mahālayabhawana untuk tokoh bernama Brahmārāja Ganggādhara yang berjasa mengusahakan kemenangan Sang Munggwing Jinggan saat berperang melawan Majapahit.</p>



<p>Nah, dari prasasti dapat diketahui bahwa Girīndrawardhana Raṇawijaya HANYA mengukuhkan anugerah dari raja sebelumnya, sedangkan yang menyerang Majapahit bukan dia, melainkan Sang Munggwing Jinggan. Siapakah sebenarnya tokoh yang berjuluk Sang Munggwing Jinggan itu? Terlalu panjang jika saya bahas di sini. Yang jelas, berbagai tafsir para pakar sejarah Jawa Kuno mengenai nasib Majapahit akhir telah saya susun secara detail dalam buku saya yang diterbitkan Javanica.<br><br>.<br><strong>Heri Purwanto</strong></p>



<p></p>


<p>The post <a href="https://javanica.co.id/tiga-versi-keruntuhan-majapahit-menurut-pararaton/">Tiga Versi Keruntuhan Majapahit Menurut PARARATON</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://javanica.co.id/tiga-versi-keruntuhan-majapahit-menurut-pararaton/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER: SAUDARA GAIB MANUSIA</title>
		<link>https://javanica.co.id/sedulur-papat-kalima-pancer-saudara-gaib-manusia/</link>
					<comments>https://javanica.co.id/sedulur-papat-kalima-pancer-saudara-gaib-manusia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Javanica]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2022 01:01:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Buku]]></category>
		<category><![CDATA[saudara gaib]]></category>
		<category><![CDATA[sedulur papat]]></category>
		<category><![CDATA[sedulur papat kalima pancer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://javanica.co.id/?p=1429</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kenapa Sêdulur Papat kita tidak terlihat? Demikian pertanyaan yang pernah diajukan kepada saya pada suatu hari. Untuk menjawabnya, saya hendak sedikit bercerita tentang Sêdulur Papat atau Catur Sanak ini. Ketika sperma bapa (kama pêthak) dan ovum ibu (kama bang) bertemu di rahim ibu, terjadilah pembuahan. Sejak saat itu, Sêdulur Papat kita sudah hadir untuk mempersiapkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/sedulur-papat-kalima-pancer-saudara-gaib-manusia/">SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER: SAUDARA GAIB MANUSIA</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/12/saudara-gaib-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1430" srcset="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/12/saudara-gaib-1024x683.jpg 1024w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/12/saudara-gaib-980x653.jpg 980w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/12/saudara-gaib-480x320.jpg 480w" sizes="(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1024px, 100vw" /></figure>



<p><br>Kenapa Sêdulur Papat kita tidak terlihat? Demikian pertanyaan yang pernah diajukan kepada saya pada suatu hari. Untuk menjawabnya, saya hendak sedikit bercerita tentang Sêdulur Papat atau Catur Sanak ini.<br><br>Ketika sperma bapa (kama pêthak) dan ovum ibu (kama bang) bertemu di rahim ibu, terjadilah pembuahan. Sejak saat itu, Sêdulur Papat kita sudah hadir untuk mempersiapkan segala sesuatu demi keberlangsungan hidup sang janin sebagai Pancêr (pusat) mereka.<br><br>Sêdulur Papat kita mengambil wujud fisik berupa Kakang Kawah (air ketuban), Gêtih (darah), Adhi Ari-Ari (plasenta), dan Pusêr-Lamas (tali pusar-selaput janin). Idealnya, mereka mengawal pertumbuhan sang janin selama bertapa di gua garbha ibu nan gelap selama sembilan bulan. Dengan bahagia mereka bahu-membahu melakukan apa pun untuk memberikan perlindungan kepada si kecil agar nanti terlahir selamat.<br><br>Yang paling menegangkan adalah ketika usia sang janin sudah menginjak sembilan bulan dan bersiap-siap terlahir ke dunia. Saat itu, Sêdulur Papat berjanji kepada sang janin bahwa mereka akan memuluskan jalan kelahirannya. Tugas mereka adalah membukakan pintu kelahiran, membungkus tubuh sang janin agar tidak terluka, dan mendorongnya agar segera keluar dari pintu kelahiran.<br><br>Yang sangat mengharukan adalah, Sêdulur Papat rela mati demi kehidupan sang janin. Bagaikan laskar cinta, mereka ikhlas jika harus mati sebagai air ketuban, darah, ari-ari, dan tali pusar atau selaput janin agar sang janin bisa selamat keluar dari garbha ibunya guna menikmati kehidupan yang penuh warna.<br><br>Pada akhirnya, sang janin keluar dari garbha ibunya dan pekik tangis pun terdengar. Tangisan itu tidak saja pertanda penderitaan yang kelak akan dihadapi sang jabang bayi, melainkan juga jerit kepiluannya, sebab ia tidak akan lagi melihat wujud fisik empat saudara yang menemaninya dengan setia dan penuh cinta selama bertapa di rahim ibunya. Sejatinya, mereka pun menangisi perpisahan yang menyedihkan itu.<br><br>Sêdulur Papat sang jabang bayi pun mati dari wujud fisiknya. Air ketuban, darah, ari-ari, dan tali pusar-selaput janin sudah tidak hidup lagi. Tetapi, meskipun mereka telah mati dari wujud fisiknya, spirit mereka tetaplah hidup dan senantiasa mengiringi sang jabang bayi di dimensi gaib sampai akhir hayatnya, bahkan sampai di alam kematian.<br><br>Pasca-kelahiran, pola hubungan sang jabang bayi dan Sêdulur Papatnya terus mengalami dinamika, hingga ada momen panjang ketika sang jabang bayi yang telah beranjak dewasa sepenuhnya lupa akan keberadaan Sêdulur Papatnya, yang membuat mereka begitu sedih sekaligus sakit hati karena sangat kangen untuk sekadar diingat dan disapa. Dan ini terjadi karena sebagian besar manusia hanya mengandalkan pikiran dan pancaindranya sehingga lupa bahwa ada perangkat halus berupa rasa untuk terhubung dengan Sêdulur Papat yang gaib dan tak tercerap pancaindra.<br><br>Pola hubungan Sêdulur Papat dan diri kita selaku Pancêr mereka dari kelahiran hingga kematian telah selesai saya tulis dan akan terbit sebentar lagi melalui Penerbit Javanica.<br><br>Ong sanakingsun kabeh, aja lali ring ingsun apan ingsun tan lali ring sira sanakingsun kabeh. Wahai saudaraku semua, aku tak akan pernah melupakan kalian semua sebagaimana janji kita tatkala berada di rahim ibu dulu.<br><br><br>Penjelasan lengkap tentang ajaran Jawa asli ini bisa dibaca di buku Sêdulur Papat Kalima Pancêr terbitan Javanica.<br><br>Pemesanan via WA 0812-8765-4445 klik: <strong></strong><br><br>Tokopedia: <strong><a href="https://tokopedia.com/javanicabooks">https://tokopedia.com/javanicabooks</a></strong><br>Shopee: <a href="https://shopee.co.id/javanicabooks"><strong>https://shopee.co.id/javanicabooks</strong></a></p>



<p></p>



<figure class="wp-block-image aligncenter size-full"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="400" height="602" src="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/10/sedulur-papat-kalima-pancer.jpg" alt="sedulur papat kalima pancer" class="wp-image-1409" srcset="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/10/sedulur-papat-kalima-pancer.jpg 400w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/10/sedulur-papat-kalima-pancer-199x300.jpg 199w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/10/sedulur-papat-kalima-pancer-300x452.jpg 300w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption>Buku Sedulur Papat Kalima Pancer</figcaption></figure>



<p></p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/sedulur-papat-kalima-pancer-saudara-gaib-manusia/">SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER: SAUDARA GAIB MANUSIA</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://javanica.co.id/sedulur-papat-kalima-pancer-saudara-gaib-manusia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SESAJEN UNTUK SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER</title>
		<link>https://javanica.co.id/sesajen-untuk-sedulur-papat-kalima-pancer/</link>
					<comments>https://javanica.co.id/sesajen-untuk-sedulur-papat-kalima-pancer/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Javanica]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2022 00:49:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Buku]]></category>
		<category><![CDATA[sedulur papat kalima pancer]]></category>
		<category><![CDATA[sesajen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://javanica.co.id/?p=1426</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sesajen ini disebut sêgêhan, yang berasal dari bahasa Jawa dan Bali “sêga”, bermakna nasi. Ritual menghaturkan sêgêhan kepada saudara-saudara gaib kita tersebut dinamai masêgêh. Dalam masêgêh, kita belajar untuk mengetahui dan mengalami bagaimana energi pancamahabhuta yang dikendalikan Sedulur Papat Kalima Pancêr (pêrtiwi/tanah, apah/air, teja/cahaya, bayu/angin, akasa/ruang) membentuk tubuh kita dan bagaimana kita menciptakan keterhubungan dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/sesajen-untuk-sedulur-papat-kalima-pancer/">SESAJEN UNTUK SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="933" height="960" src="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-11-at-07.45.40.jpeg" alt="" class="wp-image-1427" srcset="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-11-at-07.45.40.jpeg 933w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-11-at-07.45.40-480x494.jpeg 480w" sizes="(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) 933px, 100vw" /></figure>



<p><br>Sesajen ini disebut sêgêhan, yang berasal dari bahasa Jawa dan Bali “sêga”, bermakna nasi. Ritual menghaturkan sêgêhan kepada saudara-saudara gaib kita tersebut dinamai masêgêh. Dalam masêgêh, kita belajar untuk mengetahui dan mengalami bagaimana energi pancamahabhuta yang dikendalikan Sedulur Papat Kalima Pancêr (pêrtiwi/tanah, apah/air, teja/cahaya, bayu/angin, akasa/ruang) membentuk tubuh kita dan bagaimana kita menciptakan keterhubungan dengan energi tersebut. Dalam yantra sêgêhan ini, energi pancamahabhuta disimbolkan dengan nasi lima warna sesuai dengan warna Sêdulur Papat Kalima Pancêr, yaitu:<br></p>



<ol class="wp-block-list"><li>NASI PUTIH. Mewakili Kakang Kawah/Yeh Nyom dan transformasi-transformasinya, yaitu Bhuta Pêthak/Anggapati, Ratu Ngurah Tangkêb Langit, dan Bhatara Sadyojata/Iswara. Nasi putih ini ditempatkan di atas—mewakili arah timur dan pasaran Lêgi/Umanis.</li><li>NASI MERAH. Mewakili Gêtih dan transformasi-transformasinya, yaitu Bhuta Bang/Mrajapati, Ratu Wayan Têbêng, dan Bhatara Bamadewa/Brahma. Nasi merah ini ditempatkan di sebelah kanan—mewakili arah selatan dan pasaran Pahing.</li><li>NASI KUNING. Mewakili Adhi Ari-Ari dan transformasi-transformasinya, yaitu Bhuta Jênar/Banaspati, Ratu Made Jêlawung, dan Bhatara Tatpurusa/Mahadewa. Nasi ini ditempatkan di bawah—mewakili arah barat dan pasaran Pon.</li><li>NASI HITAM. Mewakili Pusêr-Lamas dan transformasi-transformasinya, yaitu Bhuta Irêng/Banaspati Raja, Ratu Nyoman Sakti Pêngadhangan, dan Bhatara Agora/Wisnu. Nasi hitam ini ditempatkan di sisi kiri—mewakili arah utara dan pasaran Wage.</li><li>NASI MANCAWARNA (campuran dari empat nasi sebelumnya). Mewakili Rare Cili sang Pancêr dan transformasi-transformasinya, yaitu Bhuta Mancawarna/Dhêngên, Ratu Kêtut Pêthung, dan Bhatara Guru/Isana. Nasi mancawarna ini ditempatkan di tengah-tengah—mewakili arah pusat dan pasaran Kliwon.<br><br>Lima nasi tersebut dibentuk serupa tumpeng kecil sebagai simbol gunung yang mewakili keberadaan alam, ditempatkan di atas sebuah alas dari daun pisang berbentuk segi empat.<br><br>Selain lima nasi tersebut, pada sêgêhan juga terdapat beberapa hal berikut ini:<br><br>a. Dua wadah kecil dari daun pisang berbentuk kerucut. Wadah pertama ditempatkan di pojok bawah sebelah kiri, berisi irisan bawang merah, irisan jahe, dan garam (simbol masa lalu, masa sekarang, dan masa mendatang). Wadah kedua ditempatkan di pojok bawah sebelah kanan, berisi biji beras (simbol kesuburan).<br>b. Porosan yang terdiri dari daun sirih, kapur sirih, dan gambir (simbol kelahiran, kehidupan, dan kematian) ditempatkan di posisi paling atas dari alas sêgêhan.<br>c. Dupa harum.<br>d. Canang, yaitu takir kecil yang berisi kembang setaman dan irisan daun pandan.<br>e. Tirtha suci, yaitu air putih yang telah disucikan dengan mantra.<br>f. Tabuhan, yaitu cairan untuk memerciki sêgêhan yang berisi campuran arak, tuak, dan brem (simbol kekuatan penciptaan, pemeliharaan, dan peleburan).<br><br><br>Penjelasan lengkap tentang sesajen ini dan ritualnya bisa dibaca di buku Sêdulur Papat Kalima Pancêr terbitan Javanica.<br><br>Pemesanan via WA 0812-8765-4445 klik: <br><br>Tokopedia: <a href="https://tokopedia.com/javanicabooks">https://tokopedia.com/javanicabooks</a><br>Shopee: <a href="https://shopee.co.id/javanicabooks">https://shopee.co.id/javanicabooks</a></li></ol>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" width="400" height="602" src="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/10/sedulur-papat-kalima-pancer.jpg" alt="sedulur papat kalima pancer" class="wp-image-1409" srcset="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/10/sedulur-papat-kalima-pancer.jpg 400w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/10/sedulur-papat-kalima-pancer-199x300.jpg 199w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2022/10/sedulur-papat-kalima-pancer-300x452.jpg 300w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></figure>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/sesajen-untuk-sedulur-papat-kalima-pancer/">SESAJEN UNTUK SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://javanica.co.id/sesajen-untuk-sedulur-papat-kalima-pancer/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
