<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengarang Archives - Penerbit Javanica</title>
	<atom:link href="https://javanica.co.id/category/pengarang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://javanica.co.id/category/pengarang/</link>
	<description>Penerbit Javanica </description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Feb 2016 14:39:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>Hendri Teja</title>
		<link>https://javanica.co.id/hendri-teja/</link>
					<comments>https://javanica.co.id/hendri-teja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2016 14:39:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://kaurama.co.id/?p=309</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hendri Teja adalah putra Minangkabau kelahiran Batavia yang gandrung menulis sejak berseragam Merah-Putih. Belakangan aktif sebagai peneliti di Sang Gerilya Institute (S@GI) dan mengabdi sebagai aktivis buruh di Pengurus Besar Gabungan Serikat Buruh Islam Indonesia (GASBIINDO). Setelah berpindah-pindah kota, akhirnya ia memutuskan untuk menetap di Bogor, Jawa Barat. Ia bisa dihubungi secara personal melalui Twitter [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/hendri-teja/">Hendri Teja</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hendri Teja</strong> adalah putra Minangkabau kelahiran Batavia yang gandrung menulis sejak berseragam Merah-Putih. Belakangan aktif sebagai peneliti di Sang Gerilya Institute (S@GI) dan mengabdi sebagai aktivis buruh di Pengurus Besar Gabungan Serikat Buruh Islam Indonesia (GASBIINDO). Setelah berpindah-pindah kota, akhirnya ia memutuskan untuk menetap di Bogor, Jawa Barat. Ia bisa dihubungi secara personal melalui Twitter @hendriteja, Facebook <a href="https://www.facebook.com/hendri.teja.3" target="_blank" rel="nofollow">https://www.facebook.com/hendri.teja.3</a>, dan email hendriteja2029@gmail.com.</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/hendri-teja/">Hendri Teja</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://javanica.co.id/hendri-teja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ersta Andantino</title>
		<link>https://javanica.co.id/ersta-andantino/</link>
					<comments>https://javanica.co.id/ersta-andantino/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2016 16:17:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://kaurama.co.id/preview/?p=209</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ersta Andantino lahir di Nganjuk, 20 Agustus 1970. Pernah kuliah di Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Kesenian Jakarta. Aktif menulis cerita pendek sejak tahun 1988 di media massa Hai, Femina, Sekar, Kompas, dan Story. Tahun 1993, puisinya terbit dalam antologi puisi tentang lingkungan hidup berjudul Cerita dari Hutan Bakau. Tahun 2013 terbit kumpulan puisinya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/ersta-andantino/">Ersta Andantino</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img fetchpriority="high" fetchpriority="high" decoding="async" class="alignleft size-medium wp-image-210" src="http://kaurama.co.id/preview/wp-content/uploads/2016/01/ersta-300x451.jpg" alt="ersta" width="300" height="451" srcset="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2016/01/ersta-300x451.jpg 300w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2016/01/ersta-200x300.jpg 200w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2016/01/ersta.jpg 356w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Ersta Andantino</strong> lahir di Nganjuk, 20 Agustus 1970. Pernah kuliah di Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Kesenian Jakarta. Aktif menulis cerita pendek sejak tahun 1988 di media massa <em>Hai</em>, <em>Femina</em>, <em>Sekar</em>, <em>Kompas</em>, dan <em>Story</em>. Tahun 1993, puisinya terbit dalam antologi puisi tentang lingkungan hidup berjudul <em>Cerita dari Hutan Bakau</em>. Tahun 2013 terbit kumpulan puisinya sendiri dengan judul <em>Pancasila Mencinta</em>. Tahun 2014 puisinya turut dalam antologi puisi 8 Tahun Lumpur Lapindo, <em>Gemuruh Ingatan</em>. Novel pertamanya yang terbit adalah <em>Saat Pulang</em>, tahun 2005. Tahun 2011 ia menerbitkan novel silat dengan judul <em>Karang, Cahaya Jingga di Ufuk Timur</em>.<span id="more-209"></span></p>
<p>Selain menulis, ia juga menekuni fotografi. Karya-karya fotografinya pernah meramaikan pameran fotografi dengan tema Baca Merah Putih di Galeri Cipta II TIM, Jakarta, tahun 2012. Penghobi tanaman hias dan melukis yang merintis majalah <em>Visit Bogor</em> ini pernah bekerja di Grup Ciputra sebagai pengawas lingkungan (<em>landscape</em>) untuk proyek Ciputra Surya di Surabaya, juga CitraGran di Cibubur pada tahun 1995-1999. Karya-karyanya dapat disimak di <a href="http://www.kolamterataiku.com">www.kolamterataiku.com</a>. Secara personal, Ersta Andantino dapat dihubungi melalui <a href="mailto:rumahpohonku@yahoo.com">rumahpohonku@yahoo.com</a> atau <a href="https://www.facebook.com/ersta">https://www.facebook.com/ersta</a>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/ersta-andantino/">Ersta Andantino</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://javanica.co.id/ersta-andantino/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Raden Mas Ngabehi Sri Hadidjojo</title>
		<link>https://javanica.co.id/raden-mas-ngabehi-sri-hadidjojo/</link>
					<comments>https://javanica.co.id/raden-mas-ngabehi-sri-hadidjojo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2016 16:16:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://kaurama.co.id/preview/?p=207</guid>

					<description><![CDATA[<p>Raden Mas Ngabehi Sri Hadidjojo lahir di Solo pada 22 Desember 1909; meninggal di Bandung pada 23 Februari 1970; dimakamkan di Astana Bibis Luhur, Solo. Pada zaman Belanda, karena berdarah biru, ia bisa bersekolah di MULO. Setelahnya ia mengabdikan diri sebagai guru. Ia juga mempelajari ilmu pedalangan dan menjadi dalang wayang kulit yang cukup mumpuni. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/raden-mas-ngabehi-sri-hadidjojo/">Raden Mas Ngabehi Sri Hadidjojo</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Raden Mas Ngabehi Sri Hadidjojo</strong> lahir di Solo pada 22 Desember 1909; meninggal di Bandung pada 23 Februari 1970; dimakamkan di Astana Bibis Luhur, Solo. Pada zaman Belanda, karena berdarah biru, ia bisa bersekolah di MULO. Setelahnya ia mengabdikan diri sebagai guru. Ia juga mempelajari ilmu pedalangan dan menjadi dalang wayang kulit yang cukup mumpuni. Pada 1942 ia berhenti mengajar karena kemelut Perang Dunia II. Pada zaman kemerdekaan RI, ia bertransmigrasi ke Lampung dan dipercaya menjadi penilik sekolah di sana. Ia pun mendirikan SGB (Sekolah Guru Bantu) di Metro. Pada 1954 ia kembali ke Jawa dan menjadi kepala SMPN 1 Madiun, kemudian dimutasi menjadi kepala SGA (Sekolah Guru Atas) di Kebumen sampai pensiun. Di tengah kesibukannya mengajar, mendalang, dan membesarkan dua belas putra-putrinya dari dua istri, Srini dan Moekidjah, ia masih sempat meluangkan waktu untuk menulis.</p>
<p><span id="more-207"></span></p>
<p>Sejak 1952, ia telah menulis puluhan cerita, kebanyakan berbahasa Jawa. Buah karyanya yang pernah terbit adalah: <em>Bandot Singajuda; Bareng Bubrah Marga Fitnah</em>; <em>Candikala</em>; <em>Dewi Anjar Merah</em>;<em> Djodho Kang Pinasthi</em>; <em>Enggoking Rasa Welas Asih</em>;<em> Gara-Gara Tanggul Djebol</em>; <em>Gendjer-Gendjer</em>;<em> Golek Kentjana</em>; <em>Kenjaring Surja Andadari</em>;<em> Kombak Kombul</em>;<em> Kudhi Patjul Dhinga Landhepe</em>;<em> Marga</em>; <em>Napak Tilas</em>; <em>Oh, Anakku</em>; <em>Pasien Ketiga</em>;<em> Putri Prembun</em>;<em> Sala Dadi Ler-Leran</em>;<em> Sembulihing Ati Perih</em>;<em> Serat Gerilja Solo</em>; <em>Setan Gundul Balekambang</em>; <em>Tutwuri Andajani</em>;<em> Warisan Kang Elok</em>;dan <em>Wewe Gombel Ngisor Kreteg</em>.Novel di tangan Anda sekarang adalah karya terbesarnya yang pernah terbit pada 1960-an dengan judul <em>Samber Njawa</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sri Hadidjojo memegang teguh prinsip Jawa <em>ojo dumeh</em> (jangan mentang-mentang), karena apa pun yang melekat pada manusia adalah kepunyaan Gusti. Ia juga meyakini sesanti <em>Sura dira jayaningrat lebur dening pangastuti</em> (kekuatan angkara murka akan hancur oleh kebenaran). Para pembaca yang ingin berhubungan dengan keluarga Almarhum Sri Hadidjojo, yang merupakan keturunan Pangeran Sambernyawa dari jalur KGPAA Mangkunegara III, untuk mengenal sosok pengarang lebih jauh, bisa berkirim email ke: srihadidjojo@gmail.com.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/raden-mas-ngabehi-sri-hadidjojo/">Raden Mas Ngabehi Sri Hadidjojo</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://javanica.co.id/raden-mas-ngabehi-sri-hadidjojo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aguk Irawan MN</title>
		<link>https://javanica.co.id/aguk-irawan-mn/</link>
					<comments>https://javanica.co.id/aguk-irawan-mn/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2016 16:15:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://kaurama.co.id/preview/?p=204</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aguk Irawan MN lahir di Lamongan, 1 April 1979. Setelah bersekolah di MA Negeri Babat, Lamongan, sambil belajar kitab kuning di Pondok Pesantren Darul Ulum, Langitan, Tuban, ia melanjutkan kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo, jurusan Aqidah dan Filsafat, kemudian meneruskan studinya di Institut Agama Islam Al-Aqidah, Jakarta. Selama di Mesir, ia banyak menerjemahkan karya sastra [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/aguk-irawan-mn/">Aguk Irawan MN</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img decoding="async" class="alignleft size-medium wp-image-205" src="http://kaurama.co.id/preview/wp-content/uploads/2016/01/aguk1.jpg" alt="aguk1" width="200" height="251" />Aguk Irawan MN</strong> lahir di Lamongan, 1 April 1979. Setelah bersekolah di MA Negeri Babat, Lamongan, sambil belajar kitab kuning di Pondok Pesantren Darul Ulum, Langitan, Tuban, ia melanjutkan kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo, jurusan Aqidah dan Filsafat, kemudian meneruskan studinya di Institut Agama Islam Al-Aqidah, Jakarta.</p>
<p><span id="more-204"></span></p>
<p>Selama di Mesir, ia banyak menerjemahkan karya sastra Arab, di antaranya: naskah drama Taufik El-Hakiem, <em>Tahta Dzilali Syams</em> (Di Bawah Bayangan Matahari); karya klasik Abu A’la El-Ma’ary, <em>Komedi Al-Ilahiyah</em> (Komedi Langit); <em>Dunya Allah</em> karya Naguib Mahfouz; <em>Chicago</em> karya Alaa Aswani; dan bersama Mahmud Hamzawie menerjemahkan sastra Indonesia ke Arab, di antaranya kumpulan puisi Sutradji Calzoum Bachri, <em>O Amuk Kapak</em> (Ath-Tholasim); karya Soni Farid Maulana, <em>Anak Kabut</em> (Abna Dhabab). Sajak-sajaknya juga sering disiarkan di Radio BBC Mesir dan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh Mahmud Hamzawie.</p>
<p>Buku fiksinya yang sudah terbit adalah:<em> Dari Lembah Sungai Nil</em>; <em>Hadiah Seribu Menara</em>; <em>Kado Milenium</em>; <em>Negeri Sarang Laba-Laba</em>; <em>Binatang Piaraan</em>; <em>Liku Luka Kau Kaku</em>; <em>Sungai yang Memerah</em>; <em>Penantian Perempuan</em>; <em>Risalah Para Pendusta</em>; <em>Aku, Lelaki Asing, dan Kota Kairo</em>; <em>Balada Cinta Majenun</em>; <em>Sepercik Cinta dari Surga</em>; <em>Memoar Luka Seorang TKW</em>; <em>Sekuntum Mawar dari Gaza</em>; <em>Dalam Sujud Cinta</em>; <em>Hasrat Waktu</em>; <em>Di Jari Manismu Ada Rindu</em>; <em>Lorong Kematian</em>; <em>Sinar Mandar</em>; <em>Jalan Pulang</em>; <em>Musyahid Cinta</em>; <em>Semesta Cinta</em>; <em>Penakluk Badai</em>; <em>Cahaya-Mu Tak Bisa Kutawar</em>; <em>Haji Backpacker</em>;<em> Air Mata Tuhan</em>; <em>Maha Cinta</em>; <em>Kidung Rindu di Tapal Batas</em>; <em>Patah Hati Terindah: Karena Cinta Adalah Allah.</em></p>
<p>Sementara karya nonfiksinya yang sudah terbit adalah: <em>Kiat Asyik Menulis</em>; <em>Kisah-Kisah Inspiratif Pembuka Surga</em>; <em>Di Balik Fatwa Jihad Imam Samudra</em> (bersama Isfah Abidal Aziz); <em>Haji Backpacker, Sebuah Memoar 1</em>; <em>Haji Backpacker, Sebuah Memoar 2</em>; <em>Ensiklopedi Haji</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beberapa puluh buku terjemahan dan saduran dari bahasa Arab juga telah digarapnya, di antaranya: <em>Islam-Negara-Agama</em>; <em>Menyingkap Rahasia Rukuk dan Sujud</em>; <em>100 Wasiat Nabi</em>; <em>Spirit Al-Quran</em>; <em>Samudra Hakikat</em>; <em>Ashabul Kahfi</em>; <em>Ensiklopedi Sains Al-Quran</em>; <em>Menjadi Murid Sejati</em>; <em>Tasfir al-Jilani</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lelaki yang kerap diundang dalam perhelatan-perhelatan sastra di seantero Nusantara ini bisa dihubungi secara personal melalui email: aguk_irawan79@yahoo.com.</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/aguk-irawan-mn/">Aguk Irawan MN</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://javanica.co.id/aguk-irawan-mn/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alexia Chen</title>
		<link>https://javanica.co.id/alexia-chen/</link>
					<comments>https://javanica.co.id/alexia-chen/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2016 16:06:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://kaurama.co.id/preview/?p=201</guid>

					<description><![CDATA[<p>adalah penyuka warna ungu berzodiak Capricorn. Perempuan kelahiran Pontianak yang tertarik dengan segala yang misterius dan supernatural walau sebenarnya penakut ini memiliki koleksi novel yang tak pernah habis dibacanya. Ia berharap orang-orang mengenal dirinya melalui tulisan. Dan ia akan senang jika tulisannya mampu menghibur banyak orang dan kemudian mereka bermimpi bersama dirinya di dalam dunia [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/alexia-chen/">Alexia Chen</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="alignleft size-medium wp-image-202" src="http://kaurama.co.id/preview/wp-content/uploads/2016/01/alexia.jpg" alt="alexia" width="200" height="247" /> adalah penyuka warna ungu berzodiak Capricorn. Perempuan kelahiran Pontianak yang tertarik dengan segala yang misterius dan supernatural walau sebenarnya penakut ini memiliki koleksi novel yang tak pernah habis dibacanya. Ia berharap orang-orang mengenal dirinya melalui tulisan. Dan ia akan senang jika tulisannya mampu menghibur banyak orang dan kemudian mereka bermimpi bersama dirinya di dalam dunia rekaannya. Ia tinggal bersama suami dan seorang anak lelakinya. Alexia dapat dihubungi secara personal di: pequena_dee@yahoo.com.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/alexia-chen/">Alexia Chen</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://javanica.co.id/alexia-chen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Agus Sumbogo</title>
		<link>https://javanica.co.id/agus-sumbogo/</link>
					<comments>https://javanica.co.id/agus-sumbogo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2016 16:05:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://kaurama.co.id/preview/?p=198</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agus Sumbogo lahir di Kebumen pada 26 September 1957. Kecintaannya pada baca-tulis sudah tumbuh semenjak kecil, terpengaruh oleh keluarga besarnya di desa yang gemar membaca, terutama sang ayah. Lepas dari beberapa jenjang pendidikan formal, ia kemudian lebih banyak berguru kepada kehidupan. Tak terhitung peristiwa pahit-getir, jatuh-bangun, dan sakit-sembuh dialaminya dalam kehidupan, yang dihayatinya sebagai pelajaran [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/agus-sumbogo/">Agus Sumbogo</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" class="alignleft size-medium wp-image-199" src="http://kaurama.co.id/preview/wp-content/uploads/2016/01/agus-sumbogo.jpg" alt="agus sumbogo" width="200" height="246" />Agus Sumbogo</strong> lahir di Kebumen pada 26 September 1957. Kecintaannya pada baca-tulis sudah tumbuh semenjak kecil, terpengaruh oleh keluarga besarnya di desa yang gemar membaca, terutama sang ayah. Lepas dari beberapa jenjang pendidikan formal, ia kemudian lebih banyak berguru kepada kehidupan. Tak terhitung peristiwa pahit-getir, jatuh-bangun, dan sakit-sembuh dialaminya dalam kehidupan, yang dihayatinya sebagai pelajaran yang penuh hikmah. Pernah menjadi orang yang terbuang dan terasing di keluarga dan masyarakatnya karena dianggap beda, mempunyai sifat aneh dan gagasan-gagasan yang tak lazim. Ia sering kali berpetualang ke berbagai pelosok Nusantara, menghayati setiap tanda dan peristiwa yang dijumpainya di perjalanan. Kesejatian, itulah hasrat utama pengembaraannya, demi mengabdi kepada kemanusiaan. Ia telah banyak membabar tulisan dalam bentuk opini, resensi, kumpulan puisi, cerpen, skenario drama, sinetron, dan film, yang tersebar di berbagai media. <em>Ta Mbora, The Two Centuries Secret </em>adalah novel debutnya yang dipublikasikan, hasil petualangan rohaninya selama bertahun-tahun di bumi Sumbawa.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/agus-sumbogo/">Agus Sumbogo</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://javanica.co.id/agus-sumbogo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Leonardo Rimba</title>
		<link>https://javanica.co.id/leonardo-rimba/</link>
					<comments>https://javanica.co.id/leonardo-rimba/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2016 16:04:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://kaurama.co.id/preview/?p=195</guid>

					<description><![CDATA[<p>Leonardo Rimba lahir di Jakarta, menamatkan pendidikan Ilmu Politik di Universitas Indonesia dan Administrasi Niaga di Pennsylvania State University. Buku pertamanya, Psikologi Tarot (ditulis bersama Audifax), menjadi panduan utama bagi ribuan pewacana tarot di seluruh Indonesia. Tarot cuma sebagian kecil dari spiritualitasnya, karena setelah itu ia merambah ke mana-mana, menggunakan berbagai macam tradisi spiritual. Dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/leonardo-rimba/">Leonardo Rimba</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" class="alignleft size-medium wp-image-196" src="http://kaurama.co.id/preview/wp-content/uploads/2016/01/leonardo-rimba.jpg" alt="leonardo rimba" width="220" height="332" srcset="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2016/01/leonardo-rimba.jpg 220w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2016/01/leonardo-rimba-199x300.jpg 199w" sizes="(max-width: 220px) 100vw, 220px" />Leonardo Rimba </strong>lahir di Jakarta, menamatkan pendidikan Ilmu Politik di Universitas Indonesia dan Administrasi Niaga di Pennsylvania State University. Buku pertamanya, <em>Psikologi Tarot</em> (ditulis bersama Audifax), menjadi panduan utama bagi ribuan pewacana tarot di seluruh Indonesia. Tarot cuma sebagian kecil dari spiritualitasnya, karena setelah itu ia merambah ke mana-mana, menggunakan berbagai macam tradisi spiritual. Dari Islam, ia mendalami Al-Hikmah. Dari Kristen, ia mengikuti kursus Alkitab, yang sebenarnya bisa membuatnya menjadi seorang penginjil, tapi ia tidak mau. Dari Hindu, ia memakai Mantra Gayatri, yang didapatnya begitu saja ketika berada dalam perjalanan untuk bersembahyang di Pura Besakih, Bali. Ia bermeditasi di segala tempat: wihara, gereja, pura, Srandil, Parangkusumo, dan Besakih. Semua tempat tiada beda baginya.</p>
<p><span id="more-195"></span></p>
<p>Leo kerap memberikan konseling kepada mereka yang meminta, juga <em>attunement</em> frekuensi Mata Ketiga. Dulu dilakukannya secara <em>online</em> melalui Yahoo Messenger. Tetapi sekarang lebih sering dilakukan ketika bertemu muka dengan anggota komunitas Spiritual Indonesia, yang didirikannya tahun 2004 di Jakarta dan berkembang pesat dengan berbagai program kopi darat (sarasehan) dari ujung barat pulau Jawa sampai Bali.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Leo adalah sebuah kontroversi. Namun, baginya, kontroversi merupakan sisi-sisi yang wajar dan manusiawi dari manusia normal. Terlepas dari kewaskitaannya, ia lebih berani mengungkap dan membeberkan sisi manusiawi itu kepada orang-orang yang bertanya kepadanya di saat mayoritas orang terbelenggu oleh berbagai dogma. Ia adalah sosok yang terus memberikan kesempatan kepada orang-orang yang terbiasa berpikir normatif untuk mencoba melihat segala hal dari banyak sisi.</p>
<p>Leo menyuarakan apa yang selama ini menjadi unek-unek masyarakat. Kalau menulis cepat sekali dan jarang salah. Sifatnya pemalu sekaligus bicara dengan percaya diri, sopan, dan tidak egoistis. Suara dan gerakan tangannya seperti saling melengkapi. Suaranya mengalir cepat, suara yang maskulin tapi bernada feminin. Gerakan tangannya feminin, kecepatan gerakan tangannya maskulin. Selera makannya sederhana, minumannya kopi pahit, rokoknya keretek. Pakaiannya sederhana, pun gaya hidupnya. Singkat kata, Leo adalah apa yang Anda pikirkan sekaligus bukan apa yang Anda pikirkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bersama sejumlah tokoh spiritual negeri ini, Leo mengasuh grup Spiritual Indonesia (SI), sebuah ajang untuk berbagi pengetahuan (<em>knowledge</em>) dan wawasan (<em>insight</em>) tentang spiritualitas dan mistisisme, khususnya warisan leluhur Nusantara. Grup Spiritual Indonesia (SI) ini beranggotakan puluhan ribu orang dari berbagai latar belakang. Grup ini mulanya berkiprah di dunia maya (Yahoogroups dan Facebook), yang kemudian secara rutin menggelar pertemuan darat di berbagai tempat di Nusantara. Anda bisa bergabung dengan grup Spiritual Indonesia (SI) di Facebook untuk mengikuti pemikiran dan wawasannya yang <em>beyond the mainstream</em>. Ia bisa dihubungi secara personal melalui email: leonardo_rimba@yahoo.com.</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/leonardo-rimba/">Leonardo Rimba</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://javanica.co.id/leonardo-rimba/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TB Silalahi</title>
		<link>https://javanica.co.id/tb-silalahi/</link>
					<comments>https://javanica.co.id/tb-silalahi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2016 16:02:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://kaurama.co.id/preview/?p=192</guid>

					<description><![CDATA[<p>TB Silalahi lahir di Balige, Sumatera Utara, pada 17 April 1938. Di tengah kesibukannya beraktivitas di birokrasi pemerintahan, menjadi pembicara di berbagai forum, dan sebagai utusan Presiden, ia beberapa kali menjadi sutradara, di antaranya: Operet Natal Nasional selama 13 tahun berturut-turut dari tahun 1993 s.d. 2006 di Jakarta Convention Center (JCC); pembukaan Sea Games 1997; [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/tb-silalahi/">TB Silalahi</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" class="alignleft size-medium wp-image-193" src="http://kaurama.co.id/preview/wp-content/uploads/2016/01/tb-silalahi-300x393.jpg" alt="tb silalahi" width="300" height="393" srcset="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2016/01/tb-silalahi-300x393.jpg 300w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2016/01/tb-silalahi-600x787.jpg 600w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2016/01/tb-silalahi-229x300.jpg 229w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2016/01/tb-silalahi.jpg 768w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />TB Silalahi</strong> lahir di Balige, Sumatera Utara, pada 17 April 1938. Di tengah kesibukannya beraktivitas di birokrasi pemerintahan, menjadi pembicara di berbagai forum, dan sebagai utusan Presiden, ia beberapa kali menjadi sutradara, di antaranya: Operet Natal Nasional selama 13 tahun berturut-turut dari tahun 1993 s.d. 2006 di Jakarta Convention Center (JCC); pembukaan Sea Games 1997; pementasan sendratari yang melibatkan 5 ribu penari dan 5 ratus pendukung dari siswa-siswi yang berasal dari 26 SMA di Jakarta; Operet Nommensen di Stadion Teladan Medan tahun 2007 yang dihadiri lebih dari 80 ribu penonton; Operet Nommensen di Sentul City Convention (SCC), Bogor, April 2009, yang dihadiri 15 ribu penonton. Ia pun telah menulis puluhan buku mengenai birokrasi, militer, politik, sejarah, juga tentang kepemimpinan. <em>ToBa Dreams</em> yang saat ini ada di tangan Anda adalah novel debutnya, yang diangkat ke layar lebar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/tb-silalahi/">TB Silalahi</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://javanica.co.id/tb-silalahi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Helen Keller</title>
		<link>https://javanica.co.id/helen-keller/</link>
					<comments>https://javanica.co.id/helen-keller/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2016 16:01:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://kaurama.co.id/preview/?p=189</guid>

					<description><![CDATA[<p>lahir pada 27 Juni 1880 di Tuscumbia, USA. Pada tahun 1900, ia menjadi mahasiswa buta-tuli pertama di Radcliffe College. Pada tahun 1903 ia menulis The Story of My Life (Kisah Hidupku), yang segera disambut luar biasa oleh masyarakat dunia, diterjemahkan ke dalam lebih dari 50 bahasa. Pada tahun 1904  ia berhasil meraih gelar diploma, sesuatu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/helen-keller/">Helen Keller</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" class="alignleft size-medium wp-image-190" src="http://kaurama.co.id/preview/wp-content/uploads/2016/01/Helen-Keller-300x374.jpg" alt="Helen-Keller" width="300" height="374" srcset="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2016/01/Helen-Keller-300x374.jpg 300w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2016/01/Helen-Keller-600x748.jpg 600w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2016/01/Helen-Keller-241x300.jpg 241w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2016/01/Helen-Keller-768x957.jpg 768w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2016/01/Helen-Keller.jpg 800w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /> lahir pada 27 Juni 1880 di Tuscumbia, USA. Pada tahun 1900, ia menjadi mahasiswa buta-tuli pertama di Radcliffe College. Pada tahun 1903 ia menulis <em>The Story of My Life </em>(<em>Kisah Hidupku</em>), yang segera disambut luar biasa oleh masyarakat dunia, diterjemahkan ke dalam lebih dari 50 bahasa. Pada tahun 1904  ia berhasil meraih gelar diploma, sesuatu yang belum pernah diraih oleh orang seperti dirinya. Pada tahun 1913 ia berpidato di depan publik di Montclair, New Jersey. Dari sana bermula kariernya sebagai pembicara publik selama puluhan tahun, hingga perjalanan hidupnya difilmkan pada tahun 1955. Ia adalah ikon yang nyaris tak tergantikan bagi penderita cacat tubuh yang berhasil melampaui batasan-batasan raga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/helen-keller/">Helen Keller</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://javanica.co.id/helen-keller/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kurnia Effendi</title>
		<link>https://javanica.co.id/kurnia-effendi/</link>
					<comments>https://javanica.co.id/kurnia-effendi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2016 16:00:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://kaurama.co.id/preview/?p=186</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kurnia Effendi lahir di Tegal, 20 Oktober 1960. Menulis pertama kali untuk publik tahun 1978 melalui majalah Gadis, Aktuil, dan koran Sinar Harapan. Pada era 80-an gemar mengikuti sayembara menulis fiksi dan berhasil mengumpulkan sekitar 30 penghargaan, 8 di antaranya juara pertama. Saat kuliah bergiat di Grup Apresiasi Sastra ITB. Tahun 1996 bergabung di Komunitas [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/kurnia-effendi/">Kurnia Effendi</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img loading="lazy" loading="lazy" decoding="async" class="alignleft size-medium wp-image-187" src="http://kaurama.co.id/preview/wp-content/uploads/2016/01/Kurnia-effeni-300x450.jpg" alt="Kurnia effeni" width="300" height="450" srcset="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2016/01/Kurnia-effeni-300x450.jpg 300w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2016/01/Kurnia-effeni-600x900.jpg 600w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2016/01/Kurnia-effeni-200x300.jpg 200w, https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2016/01/Kurnia-effeni.jpg 667w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Kurnia Effendi</strong> lahir di Tegal, 20 Oktober 1960. Menulis pertama kali untuk publik tahun 1978 melalui majalah <em>Gadis, Aktuil</em>, dan koran <em>Sinar Harapan</em>. Pada era 80-an gemar mengikuti sayembara menulis fiksi dan berhasil mengumpulkan sekitar 30 penghargaan, 8 di antaranya juara pertama.</p>
<p><span id="more-186"></span></p>
<p>Saat kuliah bergiat di Grup Apresiasi Sastra ITB. Tahun 1996 bergabung di Komunitas Sastra Indonesia hingga sekarang. Diundang dalam sejumlah perhelatan sastra, antara lain Mimbar Penyair Abad 21 (DKJ, 1996), Pertemuan Sastrawan Nusantara (1997), Panggung Cerpen Indonesia Mutakhir (TUK, 2003), Temu Sastra Kota (DKJ, 2003), Biennale Festival Sastra Internasional (TUK, 2005), Mitra Praja Utama (Disbudpar, 2009), Ubud Writers and Readers Festival (2010), Bali Emerging Writers Festival (2011), Temu Sastra Indonesia-Malaysia (2015).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Telah menerbitkan 15 buku terdiri dari antologi puisi, kumpulan cerpen, himpunan esai, novel, dan memoar. Untuk menyebut beberapa buku, antara lain: <em>Bercinta di Bawah Bulan</em> (kumcer, Metafor, 2004); <em>Merjan-Merjan Jiwa</em> (novel, Pustaka Kartini, 2009); <em>Mendaras Cahaya</em> (antologi puisi, Rumah Anggit, 2011); <em>Musim Gugur Telah Usai</em> (kumcer, Elexmedia, 2013); <em>Kincir Api</em> (GPU, 2005), menempati 5 besar Khatulistiwa Literary Award 2006; <em>Anak Arloji</em> (Serambi, 2011), meraih penghargaan sastra Badan Bahasa 2013. Memoar yang pernah ditulis: <em>Hee Ah Lee, The Four Fingered Pianist</em> (Hikmah, 2006); <em>Sue Aziz: Jalan Indah menuju Usia Emas</em> (2012).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain menulis, ia juga menjadi pembicara dalam diskusi sastra, juri lomba sastra, instruktur pelatihan penulisan kreatif, penyunting lepas sejumlah penerbit, redaktur tamu pada sebuah tabloid di bidang seni budaya (2006 – 2009), dan kurator festival sastra.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bekerja di perusahaan otomotif Suzuki sejak 1 April 1996 sampai dengan 20 Oktober 2015. Tinggal dan berkeluarga di Jakarta.</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/kurnia-effendi/">Kurnia Effendi</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://javanica.co.id/kurnia-effendi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
