<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pepi Al-Bayqunie Archives - Penerbit Javanica</title>
	<atom:link href="https://javanica.co.id/product-tag/pepi-al-bayqunie/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://javanica.co.id/product-tag/pepi-al-bayqunie/</link>
	<description>Penerbit Javanica </description>
	<lastBuildDate>Wed, 31 Jan 2024 02:53:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>Calabai; Perempuan dalam Tubuh Lelaki</title>
		<link>https://javanica.co.id/buku/calabai-perempuan-dalam-tubuh-lelaki/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2016 14:48:53 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">http://kaurama.co.id/?post_type=product&#038;p=433</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saidi tak pernah berharap takdir menggiringnya ke “kawasan antara”. Ia lahir berkelamin lelaki, tetapi tabiatnya sangat perempuan. Calabai, begitu orang-orang menyebutnya. Ayahnya, Puang Baso, marah dan menolak anak lelakinya menjadi “perempuan”. Tak ingin menggoreskan luka lebih dalam di hati orangtuanya, Saidi memilih pergi. Pertemuan dengan seorang lelaki sepuh bersurban putih di dalam mimpinya telah membakar gairahnya untuk bertualang ke Segeri, negeri bissu, yaitu para pemuka spiritual yang telah melampaui sifat laki-laki dan sifat perempuan di dalam dirinya, bertugas untuk menjaga keseimbangan alam. Di sana ia menekuri ilmu-ilmu warisan leluhur. Di sana pula ia menemukan jati dirinya: menjadi bissu.</p>
<p>Calabai adalah sebuah novel tentang jiwa perempuan yang terperangkap dalam tubuh lelaki—tubuh yang pemiliknya sendiri kerap gagap memahaminya. Calabai mengulik sisik-melik kehidupan bissu,ahli waris adat dan tradisi luhur Suku Bugis, yang dipercaya menjadi penghubung antara alam manusia dan alam dewata.</p>
<p><strong>Judul:</strong> CALABAI<br />
<em>Perempuan dalam Tubuh Lelaki</em><br />
<strong>Penulis:</strong> Pepi Al-Bayqunie<br />
<strong>Halaman:</strong> 385 hlm.<br />
<strong>Ukuran:</strong> 13,5 x 20 Cm<br />
<strong>ISBN:</strong> 978-602-6799-05-0<br />
<strong>Penerbit:</strong> Javanica</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/calabai-perempuan-dalam-tubuh-lelaki/">Calabai; Perempuan dalam Tubuh Lelaki</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/calabai-perempuan-dalam-tubuh-lelaki/">Calabai; Perempuan dalam Tubuh Lelaki</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
