<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sejarah Archives - Penerbit Javanica</title>
	<atom:link href="https://javanica.co.id/product-category/sejarah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://javanica.co.id/product-category/sejarah/</link>
	<description>Penerbit Javanica </description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Feb 2024 08:34:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>PARARATON: BIOGRAFI PARA RAJA SINGHASĀRI-MAJAPAHIT</title>
		<link>https://javanica.co.id/buku/pararaton/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Javanica]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2023 08:39:24 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://javanica.co.id/?post_type=product&#038;p=1437</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160;</p>
<p>Pararaton adalah naskah berbahasa Jawa Pertengahan yang berisi riwayat raja-raja Singhasāri (Tumapĕl) dan Majapahit (Wilwatikta) dari sebelum tahun 1222 hingga 1478. Diduga ditulis oleh seorang brahmana yang selamat dari huru-hara di istana Majapahit pada tahun 1478 dan berpindah ke Bali, naskah ini menempati posisi istimewa dalam sejarah Jawa Kuno karena mengisahkan Dinasti Rājasa (keturunan Ken Angrok) secara utuh dan kronologis. Tetapi, tak sedikit pihak menyebut naskah ini terkesan fantastis di bagian awal dan kusut di bagian akhir hingga menyulut banyak polemik di kalangan sejarawan.</p>
<p>Buku ini mengajak Anda menyusuri Tanah Jawa masa silam melalui Pararaton dengan menggunakan Nāgarakṛtāgama, sejumlah prasasti, serta berita dari Cina dan Eropa sebagai bahan pembanding. Berisi teks asli Pararaton dengan huruf diakritik disertai terjemahan dan ulasan sejarah yang sangat padat dan kaya, buku ini akan memberi Anda berbagai informasi lengkap mengenai:</p>
<p>• Kisah kelahiran Ken Angrok dan petualangannya sebagai perampok hingga mendirikan Kerajaan Singhasāri.<br />
• Kisah Ken Ḍĕḍĕs sang pemegang pulung Tanah Jawa.<br />
• Kutukan Mpu Gandring dan konflik berdarah di antara para raja pengganti Ken Angrok.<br />
• Petualangan Raden Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit pasca-kematian Mahārāja Kṛtanagara.<br />
• Kisah kedatangan dan pengusiran pasukan Mongol dari Tanah Jawa.<br />
• Pemberontakan Rangga Lawe, Sora, Nambi, Juru Dĕmung, Gajah Biru, hingga Ra Kuṭi.<br />
• Kisah Gajah Mada, Sumpah Palapa, Śrī Hayam Wuruk, dan Perang Bubat.<br />
• Pecahnya Majapahit menjadi Istana Barat dan Istana Timur serta Perang Parĕgrĕg.<br />
• Teka-teki tentang Prabu Brawijaya, Raden Patah, dan siapa sesungguhnya yang menghancurkan Majapahit.</p>
<p><strong>Judul:</strong> Pararaton<br />
<strong>Ukuran:</strong> 15,5 x 23,5 cm (Hard Cover)<br />
<strong>Tebal:</strong> 560 hlm<br />
<strong>Penulis:</strong> Heri Purwanto<br />
<strong>Harga:</strong> Rp195.000</p>
<p><a href="https://linktr.ee/javanica"><img class="wp-image-1472 aligncenter" src="https://javanica.co.id/wp-content/uploads/2023/02/PESAN-BUKU-2.png" alt="" width="252" height="89" /></a></p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/pararaton/">PARARATON: BIOGRAFI PARA RAJA SINGHASĀRI-MAJAPAHIT</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pararaton adalah naskah berbahasa Jawa Pertengahan yang berisi riwayat raja-raja Singhasāri (Tumapĕl) dan Majapahit (Wilwatikta) dari sebelum tahun 1222 hingga 1478. Diduga ditulis oleh seorang brahmana yang selamat dari huru-hara di istana Majapahit pada tahun 1478 dan berpindah ke Bali, naskah ini menempati posisi istimewa dalam sejarah Jawa Kuno karena mengisahkan Dinasti Rājasa (keturunan Ken Angrok) secara utuh dan kronologis. Tetapi, tak sedikit pihak menyebut naskah ini terkesan fantastis di bagian awal dan kusut di bagian akhir hingga menyulut banyak polemik di kalangan sejarawan.</p>
<p>Buku ini mengajak Anda menyusuri Tanah Jawa masa silam melalui Pararaton dengan menggunakan Nāgarakṛtāgama, sejumlah prasasti, serta berita dari Cina dan Eropa sebagai bahan pembanding. Berisi teks asli Pararaton dengan huruf diakritik disertai terjemahan dan ulasan sejarah yang sangat padat dan kaya, buku ini akan memberi Anda berbagai informasi lengkap mengenai:</p>
<p>• Kisah kelahiran Ken Angrok dan petualangannya sebagai perampok hingga mendirikan Kerajaan Singhasāri.<br />
• Kisah Ken Ḍĕḍĕs sang pemegang pulung Tanah Jawa.<br />
• Kutukan Mpu Gandring dan konflik berdarah di antara para raja pengganti Ken Angrok.<br />
• Petualangan Raden Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit pasca-kematian Mahārāja Kṛtanagara.<br />
• Kisah kedatangan dan pengusiran pasukan Mongol dari Tanah Jawa.<br />
• Pemberontakan Rangga Lawe, Sora, Nambi, Juru Dĕmung, Gajah Biru, hingga Ra Kuṭi.<br />
• Kisah Gajah Mada, Sumpah Palapa, Śrī Hayam Wuruk, dan Perang Bubat.<br />
• Pecahnya Majapahit menjadi Istana Barat dan Istana Timur serta Perang Parĕgrĕg.<br />
• Teka-teki tentang Prabu Brawijaya, Raden Patah, dan siapa sesungguhnya yang menghancurkan Majapahit.</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/pararaton/">PARARATON: BIOGRAFI PARA RAJA SINGHASĀRI-MAJAPAHIT</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>RANGGALAWE; SANG PENAKLUK MONGOL</title>
		<link>https://javanica.co.id/buku/ranggalawe/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jan 2018 16:16:32 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://kaurama.co.id/?post_type=product&#038;p=664</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160;</p>
<p>Peralihan takhta tanah Jawa dari Raja Singasari, Kertanegara, ke tangan Jayakatwang, penguasa Kediri, memaksa Adipati Tuban Ranggalawe harus menentukan sikap. Saat Wijaya, menantu Kertanegara, melarikan diri ke Sumenep, Ranggalawe segera tahu kepada siapa ia mesti berpihak. Di bawah kendalinya, siasat pemberontakan pun disusun. Kediri berhasil dilibas seiring kedatangan pasukan Mongol yang hendak menaklukkan Jawa. Tak lama berselang, pasukan Mongol pun berhasil ditundukkan dengan siasat yang rumit. Kubilai Khan, kaisar Mongol yang memimpin langsung pasukannya, terbunuh dalam perang akbar tersebut. .</p>
<p>Wijaya menjadi penguasa kerajaan baru bernama Majapahit, melanjutkan trah kuasa Ken Angrok yang mengalir dalam tubuhnya. Tetapi perseteruan tak lantas berhenti. Wijaya enggan melepaskan Lumajang dan Tigang Juru kepada Wiraraja, ayah Ranggalawe, sesuai Perjanjian Sumenep sebelum pemberontakan dilakukan. Untuk mempertahankan wilayah tersebut, Wijaya bermaksud melumpuhkan Ranggalawe, orang terkuat di belakang Wiraraja.</p>
<p>Rencana Wijaya untuk menyerang Tuban membuat para pejabat Majapahit terpecah. Tuban bergegas membangun persekutuan dengan orang-orang Kendeng Utara untuk meredam gempuran Majapahit. Ketika perang sudah di ambang mata, seorang pertapa meramalkan bahwa Majapahit akan menjadi negara besar justru di tangan seorang keturunan Ranggalawe. Apakah makna ramalan itu?</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>Judul:</strong> Ranggalawe; Sang Penakluk Mongol<br />
<strong>Penulis:</strong> Makinuddin Samin (Penulis Novel Bestseller AHANGKARA: Sengketa Kekuasaan dan Agama).<br />
<strong>Tebal:</strong> 505 halaman.<br />
<strong>Ukuran:</strong> 14 x 21 cm<br />
<strong>Penerbit: </strong>Javanica<br />
<strong>ISBN:</strong> 978-602-6799-30-2</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/ranggalawe/">RANGGALAWE; SANG PENAKLUK MONGOL</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/ranggalawe/">RANGGALAWE; SANG PENAKLUK MONGOL</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SIWA: Sumpah Bayuputra (Trilogi Siwa #3)</title>
		<link>https://javanica.co.id/buku/siwa-sumpah-bayuputra-trilogi-siwa-3/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Nov 2017 16:08:23 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://kaurama.co.id/?post_type=product&#038;p=630</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160;</p>
<p>Perjalanan Siwa melacak sumber kejahatan di muka bumi mengantarkannya ke Pancawati, negeri kaum Naga. Pada akhirnya, kejahatan tersingkap di hadapannya. Bersama Sati, istrinya, ia segera menggalang kekuatan untuk melancarkan perang suci melawan musuh utamanya, seorang dalang mahasakti yang mengendalikan raja-raja besar dari balik layar.<br />
.<br />
Rangkaian perang brutal segera menyapu seluruh penjuru Bharatawarsa. Kemenangan dan kekalahan dialami Siwa dan pasukannya. Akan tetapi, kekuatan kejahatan justru semakin kuat dari waktu ke waktu. Tatkala menghadapi jalan buntu, Siwa berlayar ke barat, menuju negeri tersembunyi yang dihuni sebuah marga bernama Bayuputra, demi mendapatkan pusaka yang diharapkan mampu mengakhiri perang berkepanjangan.<br />
.<br />
Apakah Siwa berhasil menjalankan misinya? Bagaimanakah kelanjutan perang dan akibatnya bagi Bharatawarsa dan dunia? Dan seperti apakah akhir perjalanan Siwa? Novel pamungkas dari Trilogi Siwa ini akan mengungkap misteri tentang Batara Siwa, yang telah digariskan menjadi penerus Batara Rudra sebagai Mahadewa penghancur kejahatan!<br />
.<br />
“Trilogi Siwa dipuji sebagai The Lord of the Rings India.”<br />
—Indian Times<br />
.<br />
“Sangat mengesankan. Amish adalah pencerita yang cemerlang.”<br />
—DNA</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>Judul:</strong> SIWA: Sumpah Bayuputra (Trilogi Siwa #3)<br />
<strong>Penulis:</strong> Amish Tripathi<br />
<strong>Halaman: </strong>610 hlm<br />
<strong>Ukuran: </strong>14 x 20,5 cm<br />
<strong>Penerbit:</strong> Javanica<br />
<strong>ISBN:</strong> 978-602-6799-32-6</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/siwa-sumpah-bayuputra-trilogi-siwa-3/">SIWA: Sumpah Bayuputra (Trilogi Siwa #3)</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/siwa-sumpah-bayuputra-trilogi-siwa-3/">SIWA: Sumpah Bayuputra (Trilogi Siwa #3)</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tan 2 (Gerilya Bawah Tanah)</title>
		<link>https://javanica.co.id/buku/tan-2-gerilya-bawah-tanah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Oct 2017 14:51:56 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://kaurama.co.id/?post_type=product&#038;p=609</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160;</p>
<p>Pada tahun 1926-1927, pemberontakan rakyat terhadap Pemerintah Hindia Belanda rontok di tengah jalan. Tan Malaka, sosok revolusioner yang tak berhasil mencegah pemberontakan prematur tersebut, terlepas dari tangkapan. Bersama dua sahabatnya, Subakat dan Jamaluddin Tamin, ia mendeklarasikan Partai Republik Indonesia di Bangkok, kemudian berpencar, menyelundup ke negeri-negeri koloni di Asia Tenggara dan Tiongkok. Sementara di Tanah Air, muncul sosok revolusioner lain bernama Sukarno.<br />
.<br />
Tetapi, semua upaya perlawanan terhadap pemerintah kolonial tak lepas dari intaian agen intelijen pemerintah. Berkongsi dengan dinas intelijen Siam, Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis, mereka merancang muslihat untuk menumpas gerakan perlawanan seakar-akarnya. Sasaran utamanya tak lain adalah Tan Malaka, sosok paling berbahaya bagi pemerintah. Dari negeri ke negeri Tan terus berkelit dari kejaran. Akan tetapi, di sela-sela teror yang mengancam, persahabatan dan cinta kasih pun mekar.<br />
.<br />
Novel sejarah ini mengisahan perjuangan Tan Malaka, tokoh sentral perjuangan kemerdekaan kaum pribumi, bersama sekelompok pemuda untuk membebaskan bangsanya dari belenggu penjajahan, menegaskan bahwa cita-cita kemerdekaan mampu melampaui ketakutan pada ancaman penjara, pembuangan, hingga kematian, membawa kita pada suatu masa ketika gagasan Indonesia Raya mulai tumbuh bersemi.</p>
<p><strong>Judul: </strong>TAN<br />
<strong>Pengarang:</strong> Hendri Teja<br />
(pemenang penghargaan novel terbaik 2017 Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa untuk novel TAN 1).<br />
<strong>Halaman:</strong> 507 hlm.<br />
<strong>Ukuran:</strong> 14 x 21 cm<br />
<strong>Penerbit:</strong> Javanica<br />
<strong>ISBN:</strong> 978-602-6799-28-9</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/tan-2-gerilya-bawah-tanah/">Tan 2 (Gerilya Bawah Tanah)</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/tan-2-gerilya-bawah-tanah/">Tan 2 (Gerilya Bawah Tanah)</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SIWA (Rahasia Kaum Naga)</title>
		<link>https://javanica.co.id/buku/siwa-rahasia-kaum-naga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 May 2017 01:00:27 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://kaurama.co.id/?post_type=product&#038;p=529</guid>

					<description><![CDATA[<p>Siwa belum sepenuhnya yakin dirinya seorang Mahadewa, penghancur kejahatan yang telah lama diramalkan kedatangannya. Tetapi, segenap peristiwa seakan bersekongkol mengarahkannya memenuhi takdir hidupnya. Kaum Naga telah merenggut saudaranya dan kini tengah mengintai istrinya. Para pandita Marga Basudewa mengingatkannya, sebelum menghancurkan kejahatan, ia harus mampu menjawab pertanyaan paling penting: Apakah kejahatan itu?</p>
<p>Dalam perjalanan, Siwa menyaksikan kejahatan di mana-mana. Sebuah kerajaan tengah sekarat oleh pagebluk aneh dan tergantung pada obat-obatan kaum Naga. Para pandita Marga Basudewa yang menuntunnya pun mengkhianati kepercayaannya karena ternyata mereka pun terkait dengan kuasa kegelapan. Bahkan Meluha, negeri Wangsa Surya, menyimpan rahasia kelam di masa silam. Dendam dan semangatnya memburu kejahatan menuntun Siwa menuju negeri kaum Naga. Sementara itu, seorang dalang tengah menyusun permainan mahabesar.</p>
<p>Novel ini akan menyeret Anda menyusuri daratan India kuno bersama Siwa sang Mahadewa. Pertarungan sengit banyak tergelar. Persekutuan-persekutuan rahasia terjalin di kesunyian. Dan rahasia-rahasia besar menanti untuk disingkapkan!</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Kisah mitologis ini mengundang rasa penasaran yang besar hingga akhir.”</p>
<p><strong>—<em>Business World</em></strong></p>
<p>“Tak bisa dibantah, Amish mampu mengayun-ayun imajinasi pembaca.”</p>
<p><strong><em>—The Times of India</em></strong></p>
<p>“Amish adalah Tolkien dari India.”</p>
<p><strong><em>—Business Standard</em></strong></p>
<p><strong>Judul  : </strong>SIWA - Rahasia Kaum Naga<br />
<strong>Penulis: </strong>Amish<br />
<strong>Halaman: </strong>410 hlm<br />
<strong>Ukuran : </strong>14 x 21 Cm<br />
<strong>Penerbit: </strong>Javanica<br />
<strong>ISBN: </strong>978-602-6799-25-8</p>
<p>&#160;</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/siwa-rahasia-kaum-naga/">SIWA (Rahasia Kaum Naga)</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/siwa-rahasia-kaum-naga/">SIWA (Rahasia Kaum Naga)</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ahangkara; Sengketa Kekuasaan dan Agama</title>
		<link>https://javanica.co.id/buku/ahangkara-sengketa-kekuasaan-dan-agama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2017 15:27:22 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">http://kaurama.co.id/?post_type=product&#038;p=462</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160;</p>
<p><span style="font-weight: 400;">Demak tak pernah sanggup tidur nyenyak setelah menghancurkan Majapahit pada tahun 1478 dan menobatkan Nyo Lay Wa sebagai raja boneka. Kekuatan yang masih setia pada Majapahit bisa memberontak kapan saja. Penguasa Demak, Trenggana, pun menggalang kekuatan untuk menaklukkan tanah Jawa. Dahanapura dan Tuban menjadi dua wilayah pertama yang bakal ditundukkan. Dahanapura siap menyambut pasukan Demak setelah mengungsikan rakyatnya dan lontar-lontar warisan Majapahit. Di Tuban, telik sandi disebar, seluruh pasukan disiagakan. Namun, Demak dibayang-bayangi kekuatan yang ingin membelokkan tujuan perang. Penumpang gelap itu ingin mengubah perang penaklukan Jawa menjadi perang antar-keyakinan. Mereka ingin menghapus agama leluhur Jawa sekaligus aliran agama Rasul yang dianggap sesat, terutama Aliran Tuban Sunan Kalijaga dan Aliran Lemahbang Syekh Siti Jenar.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Laskar Demak pimpinan Sunan Kudus berhasil menghancurkan Dahanapura yang mengobarkan perang puputan. Tuban terpaksa menyerah dalam hitungan hari. Atas nasihat Sunan Kalijaga, Adipati Tuban Arya Gegilang menjalankan Siasat Wijaya untuk melawan Demak. Strategi perang warisan Raden Wijaya ketika menumpas pasukan Tartar itu dijalankan selama 19 tahun tanpa henti. Perang telik sandi, persekongkolan, pengkhianatan, dan balas dendam terjadi sepanjang waktu. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ketika Demak berupaya menaklukkan Panarukan, Arya Penangsang, keponakan Trenggana, diam-diam menyiapkan kekuatan perang di Jipang Panolan demi membalas dendam atas kematian ayahnya, Pangeran Surawiyata, yang tewas oleh siasat Raden Mukmin, putra Trenggana. Dendam Arya Penangsang dan persekutuan antar-kadipaten yang digalang jaringan telik sandi Tuban pun mengancam ambisi Demak menjadi penguasa tunggal Nusantara. Gempa bumi melanda berkali-kali, pertanda huru-hara besar bakal terjadi. Tanah Jawa berada dalam prahara.</span></p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>Judul:</strong> Ahangkara<br />
<strong>Penulis:</strong> Makinuddin Samin<br />
<strong>Ukuran:</strong> 14x21 cm.<br />
<strong>Halaman</strong>: 500 hlm.<br />
<strong>Penerbit</strong>: Javanica<br />
<strong>ISBN</strong>: 978-602-6799-13-5</p>
<p>&#160;</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/ahangkara-sengketa-kekuasaan-dan-agama/">Ahangkara; Sengketa Kekuasaan dan Agama</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/ahangkara-sengketa-kekuasaan-dan-agama/">Ahangkara; Sengketa Kekuasaan dan Agama</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SIWA  (Kesatria Wangsa Surya)</title>
		<link>https://javanica.co.id/buku/siwa-kesatria-wangsa-surya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2016 15:04:47 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">http://kaurama.co.id/?post_type=product&#038;p=427</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kisah ini terjadi ribuan tahun silam di Lembah Sungai Indus. Orang-orang di kurun itu menyebutnya Meluha. Penduduknya berumur sangat panjang berkat ramuan misterius bernama Somras, yang dicipta dari pohon Sanjiwani dan tirta suci Saraswati. Negeri yang dihuni Wangsa Surya ini menghadapi ancaman hebat ketika sungai utama mereka mengering perlahan-lahan. Mereka pun dirundung serangan para pengacau dari timur: negeri Wangsa Chandra. Keadaan bertambah gawat ketika Wangsa Chandra tampaknya bersekutu dengan kaum Naga, bangsa yang sangat lihai berperang.</p>
<p>Ketika kejahatan merajalela, rakyat Meluha berharap pada sebuah ramalan kuno tentang seorang kesatria yang bakal tiba dan membebaskan mereka dari malapetaka. Dalam keputusasaan, muncul seorang pengungsi liar dari Gunung Kailasha, Tibet. Siwa namanya. Ciri-cirinya persis seperti ramalan. Apakah ia memang kesatria pembebas yang diramalkan? Dan apakah ia berhasrat menjadi juru selamat yang diharapkan? Terseret oleh arus takdirnya, oleh dharma, oleh cinta kepada kekasihnya, Siwa memimpin Wangsa Surya menerjang badai prahara.</p>
<p>Didasarkan pada wiracarita dan sejarah kuno, novel langka ini mengungkap kisah tersembunyi tentang kehidupan Siwa sang Mahadewa.</p>
<p>“Pencinta sejarah dan mitologi tak akan bisa berhenti membacanya.”<br />
—Society</p>
<p>“Membuka ceruk-ceruk terdalam jiwa dan kesadaran kolektif manusia.”<br />
—Deepak Chopra</p>
<p>“Penuh aksi, intrik, dan ujaran filsafat yang mendalam.”<br />
—Outlook</p>
<p>“Menciptakan antisipasi di benak pembaca, mengundang rasa penasaran yang besar hingga akhir.”<br />
—Business World</p>
<p>“Amish adalah Tolkien dari India.”<br />
—Business Standard</p>
<p>“Tak bisa dibantah, Amish mampu mengayun-ayun imajinasi.”<br />
—The Times of India</p>
<p>“Trilogi Siwa dipuji sebagai Lord of the Rings India.”<br />
—Indian Times</p>
<p>“Sebuah karya cinta!”<br />
—Mint</p>
<p>“Sangat mengesankan. Amish adalah pencerita yang cemerlang.”<br />
—DNA</p>
<p>“Trilogi Siwa adalah mytho-thriller cemerlang dengan bumbu-bumbu yang menarik.”<br />
—Rashmi Bansal, penulis Stay Hungry Stay Foolish</p>
<p>“Kokoh dan solid.Adegan perangnya membuat para pembaca serius menyimaknya.”<br />
—Mid-Day</p>
<p>“Aku berharap banyak orang terinspirasi oleh karya-karya Amish.”<br />
—Amitabh Bachchan, aktor India</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>Judul:</strong> SIWA (Kesatria Wangsa Surya)<br />
<strong>Penulis:</strong> Amish<br />
<strong>Halaman:</strong> 427 hlm.<br />
<strong>Ukuran:</strong> 14 x 21 cm.<br />
<strong>ISBN:</strong> 978-602-6799-15-9<br />
<strong>Penerbit:</strong> Javanica</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/siwa-kesatria-wangsa-surya/">SIWA  (Kesatria Wangsa Surya)</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/siwa-kesatria-wangsa-surya/">SIWA  (Kesatria Wangsa Surya)</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KARTINI (Kisah yang Tersembunyi)</title>
		<link>https://javanica.co.id/buku/kartini-kisah-yang-tersembunyi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2016 15:19:49 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">http://kaurama.co.id/?post_type=product&#038;p=351</guid>

					<description><![CDATA[<p style="text-align: center;">“Tuhan kami adalah nurani, neraka dan surga kami adalah nurani.<br />
Ketika kejahatan dilakukan, nurani kamilah yang menghukum kami.<br />
Ketika kebajikan dilakukan, nurani kami pulalah yang mengganjar kami.”<br />
<strong>(Kartini)</strong></p>
<p>Tahun 1879, seorang wanita pemberontak lahir dari rahim perempuan jelata bernama Nyai Ngasirah. Kartini namanya. Berbeda dengan kaum laki-laki yang melawan penjajahan di medan perang, Kartini memberontak dari sebuah kerangkeng bernama pingitan. Tetapi, justru melalui pingitan itulah ia mampu menebarkan pengaruh hebat hingga mengguncang Eropa. Ia tidak bersenjata pedang, melainkan pena! Surat-surat yang ia tulis untuk para sahabatnya di Belanda membuka mata dunia. Di sana ia bicara tentang kesengsaraan pribumi, nasib kaum wanita, pendidikan di negeri jajahan, hingga kejahatan di balik kedok Islam.</p>
<p>Bagaimana bisa perawan belasan tahun punya pikiran-pikiran besar yang melampaui zamannya? Buku ini menelusuri perjalanan batin seorang Kartini yang penuh liku, dalam konteks sosial-budaya-sejarah yang mengurungnya, hingga ia menjadi sebutir bintang terang di angkasa Hindia. Pun menyingkap pergolakan asmara Kartini hingga ia rela menerima poligami, sekaligus menjawab pihak yang menuding Kartini antek Yahudi yang membenci Islam. Ada fakta sejarah yang mengungkap bahwa penerjemahan Al-Quran pertama di Nusantara oleh Kiai Soleh Darat terjadi atas inspirasi Kartini!</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>Judul</strong>: Kartini (Kisah Tersembunyi)<br />
<strong>Penulis:</strong> Aguk Irawan MN<br />
<strong>Halaman:</strong> 312 hlm<br />
<strong>Ukuran:</strong> 13,5 x 20 cm<br />
<strong>ISBN:</strong> 978-602-6799-09-8<br />
<strong>Penerbit:</strong> Javanica</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/kartini-kisah-yang-tersembunyi/">KARTINI (Kisah yang Tersembunyi)</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/kartini-kisah-yang-tersembunyi/">KARTINI (Kisah yang Tersembunyi)</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AKU DAN DUNIAKU (THE WORLD I LIVE IN)</title>
		<link>https://javanica.co.id/buku/aku-dan-duniaku-the-world-i-live-in/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2014 05:30:42 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">http://kaurama.co.id/preview/?post_type=product&#038;p=35</guid>

					<description><![CDATA[<p>Helen Keller buta dan tuli sejak kecil. Seperti berada dalam mimpi abadi, baginya tidur dan jaga tak bisa dibedakan. Tetapi dengan kekuatan jiwa, seiring bertumbuhnya kesadaran, perlahan-lahan ia berikhtiar melampaui cacat fisiknya. Ia belajar “melihat” dan “mendengar” melalui tangan, hidung, dan lidah. Tatkala mata dan telinganya berhenti berfungsi, penglihatan batin dan imajinasinya berkembang pesat. Ia mampu menyimak musik orkestra atau lolong serigala dengan merasakan getar suara yang merambat melalui udara dan benda-benda. Kepekaannya bahkan membuatnya sanggup meramal sebuah peristiwa sebelum itu terjadi.</p>
<p>Dunia yang tak ramah ia taklukkan dengan capaian-capaian mengagumkan. Ia penderita buta-tuli pertama yang meraih gelar sarjana dan penulis sejumlah buku penting yang menginspirasi jutaan pembaca. Ia pun berhasil menjawab keangkuhan orang-orang yang mengagungkan kemampuan indrawi dan mengabaikan dunia batin.</p>
<p><em>Aku dan Duniaku</em> adalah rekaman Helen Keller ketika merepih kegelapan dan kesunyian di dalam diri. Dengan gaya tutur mempesona, ia mengungkapkan rahasia sentuhan, penciuman, imajinasi, mimpi, dan daya spiritual, yang merupakan potensi terbesar manusia.</p>
<p>“Kisah menakjubkan perjuangan anak manusia yang mengatasi keterbatasan fisiknya.”<br />
—<em>Times</em></p>
<p>“Inilah salah satu catatan paling berharga dalam sejarah manusia.”<br />
—<em>British Weekly</em></p>
<p>“Dokumentasi tentang makna hidup terdalam. Sulit dicari tandingannya dalam sejarah penulisan.”<br />
—<em>Yorkshire Post<br />
</em></p>
<p>[share]</p>
<p>Judul: Aku dan Duniaku<br />
Pengarang: Helen Keller</p>
<p>ISBN: 978-979-1701-03-7<br />
Terbit: Juni 2014</p>
<p>Spek: SC &#124; Bookpaper &#124; 14 x 20 cm &#124; 186 hlm.</p>
<p>Harga: Rp 40.000.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Beli di Kaurama</p>
<p>Diskon 15%</p>
<p>Rp 34.000.</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/aku-dan-duniaku-the-world-i-live-in/">AKU DAN DUNIAKU (THE WORLD I LIVE IN)</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/aku-dan-duniaku-the-world-i-live-in/">AKU DAN DUNIAKU (THE WORLD I LIVE IN)</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Misteri Borobudur</title>
		<link>https://javanica.co.id/buku/misteri-borobudur-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2014 16:23:23 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">http://kaurama.co.id/preview/?post_type=product&#038;p=262</guid>

					<description><![CDATA[<p>Candi Borobudur semenjak lama diyakini sebagai peninggalan Dinasti Sailendra dari Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-8. Lalu ada seseorang bernama KH. Fahmi Basya yang mencetuskan sebuah teori bahwa Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman dan Indonesia adalah Negeri Saba. Ia mengklaim memiliki bukti-bukti ilmiah yang kuat untuk mendukung teorinya. Benarkah demikian?</p>
<p>Teori bahwa Borobudur peninggalan Nabi Sulaiman dikupas tuntas di buku ini. Bukti-bukti yang diajukannya diperiksa kebenarannya satu demi satu. Seno Panyadewa juga membandingkan bukti-bukti dari berbagai penelitian ilmiah apakah Candi Borobudur peninggalan Dinasti Sailendra ataukah Nabi Sulaiman. Bahkan bukti-bukti mengenai lokasi sebenarnya Negeri Saba juga dibahas.</p>
<p>Tak hanya mengupas tentang kejanggalan-kejanggalan dalam teori Borobudur peninggalan Nabi Sulaiman, buku ini juga membahas secara mengesankan perihal sejarah Borobudur, sejarah agama Buddha dan Hindu pada saat itu, serta analisis tentang ikonografi, arsitektur, dan simbol-simbol pada Borobudur. Tak pelak, buku ini akan memampukan Anda untuk memberikan penilaian yang lebih akurat dan objektif mengenai sejarah dan misteri yang menyelimuti monumen agung bernama Borobudur.</p>
<p>-----------------------------------------------</p>
<p>Judul: Misteri Borobudur<br />
Pengarang: Seno Panyadewa</p>
<p>ISBN: 978-979-1701-17-4<br />
Terbit: September 2014</p>
<p>Spek: SC &#124; Bookpaper &#124; 15 x 23 cm &#124; 256 hlm.</p>
<p>Harga: <del>Rp 60.000.</del> Rp<span style="font-weight: 400;">48.000</span><span style="font-weight: 400;"><br />
</span></p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/misteri-borobudur-2/">Misteri Borobudur</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/misteri-borobudur-2/">Misteri Borobudur</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
