<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Novel Archives - Penerbit Javanica</title>
	<atom:link href="https://javanica.co.id/product-category/novel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://javanica.co.id/product-category/novel/</link>
	<description>Penerbit Javanica </description>
	<lastBuildDate>Wed, 31 Jan 2024 02:41:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>
	<item>
		<title>Layla Majnun</title>
		<link>https://javanica.co.id/buku/layla-majnun-kisah-cinta-abadi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Javanica]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Feb 2020 13:48:29 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://kaurama.co.id/?post_type=product&#038;p=1144</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bila Layla taman melati di musim semi, Majnun padang rumput di musim gugur. Bila dari balik rambutnya Layla memikat dunia dengan sekali kerlingan, Majnun menjadi pengembara yang menari dalam kegilaan. Layla memegang secawan anggur, Majnun mabuk oleh aromanya, bahkan sebelum mencecap isinya. Layla menanam serumpun mawar, Majnun menyiraminya dengan air mata. Bila kau tahu hakikat seorang pencinta, kau pasti menyadari, cinta akan meleburkan jiwamu ke dalam jiwa kekasihmu.</p>
<p>Layla dan Majnun adalah pasangan abadi dari surga. Ketika terlahir ke dunia, mereka saling mencinta dan setia walau terus terpisah, walau Majnun kehilangan kemanusiaannya dan berkawan binatang rimba, walau Layla menjalani kawin paksa dengan lelaki yang tak pernah mampu menjamah keperawanannya. Hingga akhirnya, Tuhan menyatukan mereka kembali dalam pelukan kematian, dan seluruh penghuni surga, melalui tangan Nizami, mengabadikan cinta mereka dalam sebuah kisah paling mempesona yang pernah terlahir di dunia.</p>
<ul>
<li>Kisah cinta terbesar dalam khazanah sastra Islam</li>
<li>Menginspirasi Shakespeare menulis Romeo dan Juliet</li>
<li>Menginspirasi Rumi menulis Masnawi dan Diwani Syamsi Tabriz</li>
<li>Mempengaruhi perkembangan sastra Arab, Barat, dan Nusantara</li>
</ul>
<p>&#160;</p>
<p dir="ltr"><strong>Judul</strong>: Layla Majnun (Kisah Cinta Abadi)<br />
<strong>Halaman</strong>: 220 hlm<br />
<strong>Penulis:</strong> Nizami Ganjavi<br />
<strong>Ukuran</strong>:  13,5 x 20 cm<br />
<strong>ISBN</strong>: 978-602-6799-52-4<br />
<strong>Penerbit</strong>: Javanica<br />
<strong>Harga</strong>: Rp 59.000,-</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/layla-majnun-kisah-cinta-abadi/">Layla Majnun</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/layla-majnun-kisah-cinta-abadi/">Layla Majnun</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MAHAKURAWA 2: Kaliyuga</title>
		<link>https://javanica.co.id/buku/mahakurawa-2-kaliyuga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jul 2019 05:55:24 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://kaurama.co.id/?post_type=product&#038;p=1042</guid>

					<description><![CDATA[<p><strong>MAHAKURAWA 2: Kaliyuga</strong></p>
<p>Mahabharata, epos terbesar sepanjang masa, sering kali dipahami sebagai cerita tentang kebaikan (Pandawa) melawan kejahatan (Kurawa). Tetapi sejarah ditulis oleh pemenang. Bagaimana jika Kurawa menyimpan kisah yang luput dari kita? Di India, terdapat 1.260 versi Mahabharata. Di jagat pewayangan, ceritanya pun sangat beragam. Ada bagian Mahabharata karya Abiyasa yang lama hilang, yang ditulis dari sudut pandang Kurawa. Jaimini, murid Abiyasa, menulis kepahlawanan Duryudana. Hanya satu bagian dari versi tersebut, <em>Aswatama Parwa</em>, yang tersisa. Pada abad 2, pujangga Bhasa menulis <em>Urubangga</em>, yang memuja Duryudana. Pun ada beberapa cerita rakyat di India selatan yang menempatkan Duryudana sebagai pemimpin mulia, yang berani melawan tatanan kasta yang semena-mena.</p>
<p>Inilah <em>Mahakurawa</em>, kisah Mahabharata dari sudut pandang tokoh-tokoh yang dianggap jahat seperti Duryudana, Aswatama, dan Sengkuni, pun yang tertindas dan terlunta seperti Ekalaya, Karna, dan Jara. <em>Mahakurawa</em> mempertanyakan apa yang baik dan apa yang jahat dan siapa sejatinya pemenang Bharatayuda. <em>Mahakurawa</em> adalah kisah dari sisi lain: yang kalah, yang terhina, yang terinjak-injak, yang bertempur tanpa berharap campur tangan dewata, yang meyakini bahwa tindakan mereka sesuai dharma! Dan jika Mahabharata pada akhirnya adalah kisah tentang kemenangan dharma atas adharma, kenapa dunia justru memasuki Kaliyuga?</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Ciri menarik novel-novel Anand adalah penciptaan-ulangnya yang mendalam akan tokoh-tokoh yang terlibat dalam cerita. Ia benar-benar menggali setiap karakter, memandang situasinya tanpa memihak, seraya menawarkan wawasan dan imajinasi yang penuh warna.”</p>
<p><strong><em>—Supremacy</em></strong></p>
<p>“Sungguh tidak biasa membaca <em>Mahabharata</em> yang ditulis secara berbeda. Mengubah seorang antagonis menjadi pahlawan yang banyak dicintai bukanlah hal mudah.”</p>
<p><strong><em>—The Hans India </em></strong></p>
<p>“Anand berhasil mengubah para pahlawan dan penjahat dalam <em>Mahabharata</em> menjadi manusia biasa layaknya kita.”</p>
<p><strong><em>—48 Hours, Hindustan Times</em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Judul:</strong> MAHAKURAWA 2: Kaliyuga<br />
<strong>Penulis:</strong> Anand Neelakantan<br />
<strong>Halaman:</strong> 561 hlm.<br />
<strong>Ukuran:</strong> 14 x 20 cm<br />
<strong>ISBN:</strong> 978-602-6799-47-0<br />
<strong>Penerbit:</strong> Javanica</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/mahakurawa-2-kaliyuga/">MAHAKURAWA 2: Kaliyuga</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/mahakurawa-2-kaliyuga/">MAHAKURAWA 2: Kaliyuga</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MAHAKURAWA 1: Cakra Manggilingan</title>
		<link>https://javanica.co.id/buku/mahakurawa-1-cakra-manggilingan/</link>
					<comments>https://javanica.co.id/buku/mahakurawa-1-cakra-manggilingan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jul 2019 05:24:59 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://kaurama.co.id/?post_type=product&#038;p=1040</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mahabharata, epos terbesar sepanjang masa, sering kali dipahami sebagai cerita tentang kebaikan (Pandawa) melawan kejahatan (Kurawa). Tetapi sejarah ditulis oleh pemenang. Bagaimana jika Kurawa menyimpan kisah yang luput dari kita? Di India, terdapat 1.260 versi Mahabharata. Di jagat pewayangan, ceritanya pun sangat beragam. Ada bagian Mahabharata karya Abiyasa yang lama hilang, yang ditulis dari sudut pandang Kurawa. Jaimini, murid Abiyasa, menulis kepahlawanan Duryudana. Hanya satu bagian dari versi tersebut, <em>Aswatama Parwa</em>, yang tersisa. Pada abad 2, pujangga Bhasa menulis <em>Urubangga</em>, yang memuja Duryudana. Pun ada beberapa cerita rakyat di India selatan yang menempatkan Duryudana sebagai pemimpin mulia, yang berani melawan tatanan kasta yang semena-mena.</p>
<p>Inilah <em>Mahakurawa</em>, kisah Mahabharata dari sudut pandang tokoh-tokoh yang dianggap jahat seperti Duryudana, Aswatama, dan Sengkuni, pun yang tertindas dan terlunta seperti Ekalaya, Karna, dan Jara. <em>Mahakurawa</em> mempertanyakan apa yang baik dan apa yang jahat dan siapa sejatinya pemenang Bharatayuda. <em>Mahakurawa</em> adalah kisah dari sisi lain: yang kalah, yang terhina, yang terinjak-injak, yang bertempur tanpa berharap campur tangan dewata, yang meyakini bahwa tindakan mereka sesuai dharma! Dan jika Mahabharata pada akhirnya adalah kisah tentang kemenangan dharma atas adharma, kenapa dunia justru memasuki Kaliyuga?</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Buku-buku Anand memandang mitologi dari perspektif yang berbeda dan menyajikan poin pembalikan.”</p>
<p><strong><em>—The Hindu</em></strong></p>
<p>&#160;</p>
<p>“Anand Neelakantan bukan hanya menyampaikan pikirannya tentang epos seperti <em>Ramayana</em> dan <em>Mahabharata</em>, melainkan juga menuliskannya dari sudut pandang antagonis.”</p>
<p><strong><em>—The Asian Age</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>“Anand berusaha menerangi sisi kelam sosok-sosok antagonis dalam epos kita seperti Rahwana dan Duryudana.”</p>
<p><strong><em>—DNA</em></strong></p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>Judul:</strong> MAHAKURAWA 1: Cakra Manggilingan<br />
<strong>Penulis:</strong> Anand Neelakantan<br />
<strong>Halaman:</strong> 502 hlm.<br />
<strong>Ukuran:</strong> 14 x 20 cm<br />
<strong>ISBN:</strong> 978-602-6799-46-3<br />
<strong>Penerbit:</strong> Javanica</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong><u> </u></strong></p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/mahakurawa-1-cakra-manggilingan/">MAHAKURAWA 1: Cakra Manggilingan</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/mahakurawa-1-cakra-manggilingan/">MAHAKURAWA 1: Cakra Manggilingan</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://javanica.co.id/buku/mahakurawa-1-cakra-manggilingan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MAHABBAH (Mahakarya Sastra Sufi)</title>
		<link>https://javanica.co.id/buku/mahabbah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Feb 2018 14:04:35 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://kaurama.co.id/?post_type=product&#038;p=686</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160;</p>
<p>Dalam Tasawuf, spiritualitas Islam, hubungan antara hamba dan Tuhan hanya bisa terjalin melalui cinta, mahabbah. Hamba adalah sang pecinta, Tuhan adalah sang kekasih. Hamba terpisah dari Tuhan karena nafsu, yang berlapis-lapis banyaknya, dan cinta bagaikan tungku api yang membakar nafsu sang pecinta. Perjalanan menuju sang kekasih begitu panjang dan menyakitkan, tetapi itulah yang harus dilalui setiap pecinta yang meniti Jalan Mahabbah.</p>
<p>Kisah tentang perjalanan pecinta meniti Jalan Mahabbah kerap diabadikan dalam karya sastra oleh para pujangga Sufi di setiap masa. Yang termasyhur di antara semuanya adalah Layla Majnun karya Nizami (abad ke-12) dan Yusuf Zulaikha karya Jami (abad ke-15). Keduanya berkisah tentang seorang pecinta yang terpesona pada keindahan Tuhan yang mewujud dalam diri kekasihnya, mengalami siksa kerinduan tak terkira hingga kehilangan dirinya dan mengantarkannya pada penyatuan mistis tak terkatakan sebagai puncak pengalaman spiritual. Kisah mereka yang penuh liku dilukiskan dalam metafora-metafora yang luar biasa kaya dan indah, menginspirasi banyak pujangga, seniman, dan pejalan spiritual dari berbagai agama berabad-abad lamanya.</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>Judul: </strong> MAHABBAH (Mahakarya Sastra Sufi)<br />
<strong>Penulis:</strong> Nizami Ganjavi &#38; Hakim Nuruddin Abdurrahman Jami (dua pujangga Sufi).<br />
<strong>Halaman:</strong> 358 hlm.<br />
<strong>Ukuran: </strong>14 x 21 Cm<br />
<strong>Penerbit: </strong>Javanica<br />
<strong>ISBN: </strong>978-602-6799-34-0</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/mahabbah/">MAHABBAH (Mahakarya Sastra Sufi)</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/mahabbah/">MAHABBAH (Mahakarya Sastra Sufi)</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>RANGGALAWE; SANG PENAKLUK MONGOL</title>
		<link>https://javanica.co.id/buku/ranggalawe/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jan 2018 16:16:32 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://kaurama.co.id/?post_type=product&#038;p=664</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160;</p>
<p>Peralihan takhta tanah Jawa dari Raja Singasari, Kertanegara, ke tangan Jayakatwang, penguasa Kediri, memaksa Adipati Tuban Ranggalawe harus menentukan sikap. Saat Wijaya, menantu Kertanegara, melarikan diri ke Sumenep, Ranggalawe segera tahu kepada siapa ia mesti berpihak. Di bawah kendalinya, siasat pemberontakan pun disusun. Kediri berhasil dilibas seiring kedatangan pasukan Mongol yang hendak menaklukkan Jawa. Tak lama berselang, pasukan Mongol pun berhasil ditundukkan dengan siasat yang rumit. Kubilai Khan, kaisar Mongol yang memimpin langsung pasukannya, terbunuh dalam perang akbar tersebut. .</p>
<p>Wijaya menjadi penguasa kerajaan baru bernama Majapahit, melanjutkan trah kuasa Ken Angrok yang mengalir dalam tubuhnya. Tetapi perseteruan tak lantas berhenti. Wijaya enggan melepaskan Lumajang dan Tigang Juru kepada Wiraraja, ayah Ranggalawe, sesuai Perjanjian Sumenep sebelum pemberontakan dilakukan. Untuk mempertahankan wilayah tersebut, Wijaya bermaksud melumpuhkan Ranggalawe, orang terkuat di belakang Wiraraja.</p>
<p>Rencana Wijaya untuk menyerang Tuban membuat para pejabat Majapahit terpecah. Tuban bergegas membangun persekutuan dengan orang-orang Kendeng Utara untuk meredam gempuran Majapahit. Ketika perang sudah di ambang mata, seorang pertapa meramalkan bahwa Majapahit akan menjadi negara besar justru di tangan seorang keturunan Ranggalawe. Apakah makna ramalan itu?</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>Judul:</strong> Ranggalawe; Sang Penakluk Mongol<br />
<strong>Penulis:</strong> Makinuddin Samin (Penulis Novel Bestseller AHANGKARA: Sengketa Kekuasaan dan Agama).<br />
<strong>Tebal:</strong> 505 halaman.<br />
<strong>Ukuran:</strong> 14 x 21 cm<br />
<strong>Penerbit: </strong>Javanica<br />
<strong>ISBN:</strong> 978-602-6799-30-2</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/ranggalawe/">RANGGALAWE; SANG PENAKLUK MONGOL</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/ranggalawe/">RANGGALAWE; SANG PENAKLUK MONGOL</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cinta Terakhir Sang Sultan</title>
		<link>https://javanica.co.id/buku/cinta-terakhir-sang-sultan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Nov 2017 07:10:25 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://kaurama.co.id/?post_type=product&#038;p=636</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160;</p>
<p>Norma tak pernah menyangka lelaki itu kelak menjadi suaminya tatkala pertama kali berjumpa. Ia seorang raja Jawa, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, sementara dirinya seorang gadis jelata dari Bangka. Tetapi jalan takdir membuat hidup Norma berubah. Ia lalu menjadi asisten pribadi Bung Karno, yang menganggapnya anak dan mengajaknya tinggal di Jakarta.</p>
<p>Ketika Indonesia dilanda prahara pada tahun 1965, Presiden Soekarno meminta Norma menjauh dari istana. Norma pun ketakutan, apalagi dia sempat dikejar-kejar orang bersenjata di jalanan Ibu Kota. Di tengah kekalutan itulah dia bertemu kembali dengan sang sultan. Bermula dari tegur sapa biasa, keduanya makin sering bertukar kabar, sampai akhirnya sang sultan menyatakan cinta kepadanya.<br />
Novel ini menyingkap kisah Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan cinta terakhirnya, Norma Nindyokirono, yang jarang diketahui orang. Butuh waktu enam tahun bagi Norma untuk menjawab pinangan sang sultan. Ada banyak hal yang dia pertimbangkan, termasuk statusnya sebagai janda beranak satu dan sultan sebagai seorang raja beristri empat. Ada banyak lika-liku yang mereka lalui hingga kemudian sang sultan mangkat di pangkuan cinta terakhirnya.</p>
<p><strong>Judul:</strong> Cinta Terakhir Sang Sultan<br />
<strong>Penulis:</strong> Sunardian Wirodono<br />
<strong>Halaman</strong>: 216 hlm<br />
<strong>Ukuran:</strong> 13,5 x 20 cm<br />
<strong>Penerbit:</strong> Javanica<br />
<strong>ISBN:</strong> 978-602-6799-33-3</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/cinta-terakhir-sang-sultan/">Cinta Terakhir Sang Sultan</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/cinta-terakhir-sang-sultan/">Cinta Terakhir Sang Sultan</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SIWA: Sumpah Bayuputra (Trilogi Siwa #3)</title>
		<link>https://javanica.co.id/buku/siwa-sumpah-bayuputra-trilogi-siwa-3/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Nov 2017 16:08:23 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://kaurama.co.id/?post_type=product&#038;p=630</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160;</p>
<p>Perjalanan Siwa melacak sumber kejahatan di muka bumi mengantarkannya ke Pancawati, negeri kaum Naga. Pada akhirnya, kejahatan tersingkap di hadapannya. Bersama Sati, istrinya, ia segera menggalang kekuatan untuk melancarkan perang suci melawan musuh utamanya, seorang dalang mahasakti yang mengendalikan raja-raja besar dari balik layar.<br />
.<br />
Rangkaian perang brutal segera menyapu seluruh penjuru Bharatawarsa. Kemenangan dan kekalahan dialami Siwa dan pasukannya. Akan tetapi, kekuatan kejahatan justru semakin kuat dari waktu ke waktu. Tatkala menghadapi jalan buntu, Siwa berlayar ke barat, menuju negeri tersembunyi yang dihuni sebuah marga bernama Bayuputra, demi mendapatkan pusaka yang diharapkan mampu mengakhiri perang berkepanjangan.<br />
.<br />
Apakah Siwa berhasil menjalankan misinya? Bagaimanakah kelanjutan perang dan akibatnya bagi Bharatawarsa dan dunia? Dan seperti apakah akhir perjalanan Siwa? Novel pamungkas dari Trilogi Siwa ini akan mengungkap misteri tentang Batara Siwa, yang telah digariskan menjadi penerus Batara Rudra sebagai Mahadewa penghancur kejahatan!<br />
.<br />
“Trilogi Siwa dipuji sebagai The Lord of the Rings India.”<br />
—Indian Times<br />
.<br />
“Sangat mengesankan. Amish adalah pencerita yang cemerlang.”<br />
—DNA</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>Judul:</strong> SIWA: Sumpah Bayuputra (Trilogi Siwa #3)<br />
<strong>Penulis:</strong> Amish Tripathi<br />
<strong>Halaman: </strong>610 hlm<br />
<strong>Ukuran: </strong>14 x 20,5 cm<br />
<strong>Penerbit:</strong> Javanica<br />
<strong>ISBN:</strong> 978-602-6799-32-6</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/siwa-sumpah-bayuputra-trilogi-siwa-3/">SIWA: Sumpah Bayuputra (Trilogi Siwa #3)</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/siwa-sumpah-bayuputra-trilogi-siwa-3/">SIWA: Sumpah Bayuputra (Trilogi Siwa #3)</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tan 2 (Gerilya Bawah Tanah)</title>
		<link>https://javanica.co.id/buku/tan-2-gerilya-bawah-tanah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Oct 2017 14:51:56 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://kaurama.co.id/?post_type=product&#038;p=609</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160;</p>
<p>Pada tahun 1926-1927, pemberontakan rakyat terhadap Pemerintah Hindia Belanda rontok di tengah jalan. Tan Malaka, sosok revolusioner yang tak berhasil mencegah pemberontakan prematur tersebut, terlepas dari tangkapan. Bersama dua sahabatnya, Subakat dan Jamaluddin Tamin, ia mendeklarasikan Partai Republik Indonesia di Bangkok, kemudian berpencar, menyelundup ke negeri-negeri koloni di Asia Tenggara dan Tiongkok. Sementara di Tanah Air, muncul sosok revolusioner lain bernama Sukarno.<br />
.<br />
Tetapi, semua upaya perlawanan terhadap pemerintah kolonial tak lepas dari intaian agen intelijen pemerintah. Berkongsi dengan dinas intelijen Siam, Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis, mereka merancang muslihat untuk menumpas gerakan perlawanan seakar-akarnya. Sasaran utamanya tak lain adalah Tan Malaka, sosok paling berbahaya bagi pemerintah. Dari negeri ke negeri Tan terus berkelit dari kejaran. Akan tetapi, di sela-sela teror yang mengancam, persahabatan dan cinta kasih pun mekar.<br />
.<br />
Novel sejarah ini mengisahan perjuangan Tan Malaka, tokoh sentral perjuangan kemerdekaan kaum pribumi, bersama sekelompok pemuda untuk membebaskan bangsanya dari belenggu penjajahan, menegaskan bahwa cita-cita kemerdekaan mampu melampaui ketakutan pada ancaman penjara, pembuangan, hingga kematian, membawa kita pada suatu masa ketika gagasan Indonesia Raya mulai tumbuh bersemi.</p>
<p><strong>Judul: </strong>TAN<br />
<strong>Pengarang:</strong> Hendri Teja<br />
(pemenang penghargaan novel terbaik 2017 Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa untuk novel TAN 1).<br />
<strong>Halaman:</strong> 507 hlm.<br />
<strong>Ukuran:</strong> 14 x 21 cm<br />
<strong>Penerbit:</strong> Javanica<br />
<strong>ISBN:</strong> 978-602-6799-28-9</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/tan-2-gerilya-bawah-tanah/">Tan 2 (Gerilya Bawah Tanah)</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/tan-2-gerilya-bawah-tanah/">Tan 2 (Gerilya Bawah Tanah)</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SIWA (Rahasia Kaum Naga)</title>
		<link>https://javanica.co.id/buku/siwa-rahasia-kaum-naga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 May 2017 01:00:27 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://kaurama.co.id/?post_type=product&#038;p=529</guid>

					<description><![CDATA[<p>Siwa belum sepenuhnya yakin dirinya seorang Mahadewa, penghancur kejahatan yang telah lama diramalkan kedatangannya. Tetapi, segenap peristiwa seakan bersekongkol mengarahkannya memenuhi takdir hidupnya. Kaum Naga telah merenggut saudaranya dan kini tengah mengintai istrinya. Para pandita Marga Basudewa mengingatkannya, sebelum menghancurkan kejahatan, ia harus mampu menjawab pertanyaan paling penting: Apakah kejahatan itu?</p>
<p>Dalam perjalanan, Siwa menyaksikan kejahatan di mana-mana. Sebuah kerajaan tengah sekarat oleh pagebluk aneh dan tergantung pada obat-obatan kaum Naga. Para pandita Marga Basudewa yang menuntunnya pun mengkhianati kepercayaannya karena ternyata mereka pun terkait dengan kuasa kegelapan. Bahkan Meluha, negeri Wangsa Surya, menyimpan rahasia kelam di masa silam. Dendam dan semangatnya memburu kejahatan menuntun Siwa menuju negeri kaum Naga. Sementara itu, seorang dalang tengah menyusun permainan mahabesar.</p>
<p>Novel ini akan menyeret Anda menyusuri daratan India kuno bersama Siwa sang Mahadewa. Pertarungan sengit banyak tergelar. Persekutuan-persekutuan rahasia terjalin di kesunyian. Dan rahasia-rahasia besar menanti untuk disingkapkan!</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Kisah mitologis ini mengundang rasa penasaran yang besar hingga akhir.”</p>
<p><strong>—<em>Business World</em></strong></p>
<p>“Tak bisa dibantah, Amish mampu mengayun-ayun imajinasi pembaca.”</p>
<p><strong><em>—The Times of India</em></strong></p>
<p>“Amish adalah Tolkien dari India.”</p>
<p><strong><em>—Business Standard</em></strong></p>
<p><strong>Judul  : </strong>SIWA - Rahasia Kaum Naga<br />
<strong>Penulis: </strong>Amish<br />
<strong>Halaman: </strong>410 hlm<br />
<strong>Ukuran : </strong>14 x 21 Cm<br />
<strong>Penerbit: </strong>Javanica<br />
<strong>ISBN: </strong>978-602-6799-25-8</p>
<p>&#160;</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/siwa-rahasia-kaum-naga/">SIWA (Rahasia Kaum Naga)</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/siwa-rahasia-kaum-naga/">SIWA (Rahasia Kaum Naga)</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>RAHWANA  (Kisah Rahasia)</title>
		<link>https://javanica.co.id/buku/rahwana-kisah-rahasia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Apr 2017 12:10:34 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://kaurama.co.id/?post_type=product&#038;p=506</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160;</p>
<p>“Akulah Rahwana, sang Asura! Selama ribuan tahun aku difitnah. Kematianku dirayakan di mana-mana dengan sukacita. Kenapa? Karena aku menantang bangsa Dewa demi kebahagiaan putriku, Sinta? Karena aku berjuang membebaskan rakyatku dari aturan kasta yang semena-mena? Engkau telah mendengar kemenangan Rama sang penakluk dalam Ramayana. Sekarang simaklah Rahwanayana, karena aku Rahwana!”</p>
<p>“Akulah Bhadra, sang Asura! Aku bukan siapa-siapa. Tak terlihat, tanpa kuasa, tak dianggap ada. Tak satu pun kisah tentang diriku bakal ditulis. Ketika kehidupan orang besar diceritakan, suaraku mungkin terlalu sayup untuk didengar. Tetapi, beri aku waktu sejenak untuk mengisahkan hidupku dan bangsaku yang kalah!”</p>
<p>Semua pasti mengenal Ramayana. Kisah memukau tentang Sri Rama, pahlawan kebajikan yang membunuh setan kegelapan bernama Rahwana. Tetapi sejarah selalu ditulis para pemenang. Suara yang kalah tersuruk di kesunyian. Bagaimana jika Rahwana dan bangsanya mempunyai kisah yang berbeda? Mungkin sudah tiba saatnya bagi yang kalah untuk berbicara. Dan inilah Rahwanayana, kisah tersembunyi tentang Rahwana dan bangsanya: Asura. Sebuah kisah yang dimuliakan kaum tertindas di Jambudwipa ribuan tahun lamanya.</p>
<p><strong>Judul:</strong> RAHWANA  (Kisah Rahasia)<br />
<strong>Penulis:</strong> Anand Neelakantan<br />
<strong>Ukuran:</strong> 14 x 21 cm<br />
<strong>Halaman:</strong> 636 hlm. (Bookpaper)<br />
<strong>Penerbit:</strong> Javanica<br />
<strong>ISBN:</strong> 978-602-6799-24-1</p>
<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/rahwana-kisah-rahasia/">RAHWANA  (Kisah Rahasia)</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>The post <a href="https://javanica.co.id/buku/rahwana-kisah-rahasia/">RAHWANA  (Kisah Rahasia)</a> appeared first on <a href="https://javanica.co.id">Penerbit Javanica </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
